125 Petugas Ikuti Bimtek e-BLUD, Pemkab Pangkep Percepat Transformasi Digital Kesehatan

125 Petugas Ikuti Bimtek e-BLUD, Pemkab Pangkep Percepat Transformasi Digital Kesehatan

Pedomanrakyat.com, Pangkep – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus memperkuat tata kelola layanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Elektronik Badan Layanan Umum Daerah (e-BLUD) bagi petugas Puskesmas dan RSUD Batara Siang.

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Pangkep tersebut berlangsung selama tiga hari dan dibuka di Aula Dinas Kesehatan Pangkep, Kamis (18/6/2026). Sebanyak 125 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri atas perwakilan dari 23 puskesmas se-Kabupaten Pangkep dan RSUD Batara Siang.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, Hj Herlina, mengatakan implementasi e-BLUD merupakan langkah strategis Pemkab Pangkep dalam memperkuat sistem pengelolaan keuangan di fasilitas layanan kesehatan.

Menurutnya, seluruh 23 puskesmas di Kabupaten Pangkep saat ini telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga dibutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengelola dan melaporkan keuangan secara digital dan terintegrasi.

“Melalui bimtek ini, petugas puskesmas maupun RSUD Batara Siang akan dibimbing tata cara pelaporan melalui e-BLUD,” ujarnya.

Herlina menjelaskan, e-BLUD merupakan sistem informasi tata kelola keuangan yang mengintegrasikan seluruh proses mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pelaporan.

“Melalui sistem ini, seluruh proses terintegrasi dari perencanaan sampai pelaporan. Ini akan membantu pengelolaan keuangan menjadi lebih fleksibel, terpantau, dan menghasilkan laporan yang lebih baik,” katanya.

Pemkab Pangkep menilai digitalisasi tata kelola keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan sistem yang lebih terukur dan transparan, penggunaan anggaran dapat dipantau secara optimal serta meminimalkan potensi temuan dalam pengelolaan keuangan.

“Harapan kami tidak ada lagi temuan terkait penggunaan anggaran. Selain itu, realisasi anggaran dapat lebih maksimal sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tambah Herlina.

Untuk memastikan peserta memahami penggunaan aplikasi secara menyeluruh, Bimtek menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang juga merupakan tim penyusun aplikasi e-BLUD. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan langsung mulai dari pengenalan sistem hingga mekanisme pelaporan.

Melalui implementasi e-BLUD, Pemkab Pangkep berharap seluruh fasilitas kesehatan daerah mampu menerapkan tata kelola keuangan yang lebih modern, efektif, dan akuntabel, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Berita Terkait
Baca Juga