25 Tahun Partai Demokrat, Sebuah Pengingat

25 Tahun Partai Demokrat, Sebuah Pengingat

Oleh: Ni’matullah, Ketua DPD Demokrat Sulsel

Apa itu Partai Politik..?
Parpol adalah institusi sah yang strategis dlm sistem politik pada suatu negara.

Pada sisi masyarakat, Parpol adalah alat perjuangan bersama atau saluran aspirasi. Senada dengan hal tersebut di atas, maka pandangan dasar atau platform Partai Demokrat adalah wadah perjuangan bersama dgn misi utama adalah membangun Tradisi Politik Baru, melahirkan tokoh-tokoh Politik Baru yang Demokratis dan mendorong serta mengupayakan perdamaian.

Tradisi, adalah kebiasaan-kebiasaan yang berulang dan menjadi semacam pola perilaku di masyarakat. Partai Demokrat memandang bahwa dinamika politik di Indonesia telah memunculkan tradisi-tradisi buruk yang destruktif.

Seperti _money politics_, berbagai keputusan politik ditentukan oleh pertukaran jumlah uang (transaksional), fitnah dan intrik politik yg kejam demi menjatuhkan ‘lawan politik’, serta perilaku lain yang memecah belah masyarakat.

Karena itu partai demokrat hadir dan dilahirkan dengan keinginan kuat untuk memberi dan menghadirkan alternatif tradisi-tradisi politik baru yang lebih elegan, beradab dan konstruktif.

Partai Demokrat juga menyadari bahwa salah satu yang menentukan kuatnya institusi, adalah man behind the gun. Karena itu, rekruitmen, kaderisasi dan dinamika internal partai demokrat didesain untuk hadir dan lahirnya tokoh-tokoh politik baru yang relatif belum terkontaminasi oleh tradisi-tradisi politik yang buruk, supaya bisa menghadirkan institusi eksekutif dan legislatif yang kuat dan peduli rakyat dalam bekerja.

Saat itu, dalam skala besar, konflik Ambon dan konflik Aceh serta sejumlah konflik dalam skala kecil menjadi semacam potensi perpecahan bangsa yang sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan sudah mengarah ke disintegrasi.

Bagi Demokrat, perdamaian dan kedamaian adalah prasyarat dasar stabiltas bangsa untuk bisa mendorong perbaikan dan kemajuan masyarakat. Karena itu, Partai Demokrat menjadikan upaya mendamaikan dan menjaga kedamaian sebagai salah satu Misi Utama Partai.

Itu Ontologisnya, akar yang membuat Partai Demokrat berbeda atau sedikit berbeda dari Parpol lain di Indonesia.
Karena itu, posisi partai demokrat adalah “Partai Tengah”, tidak ke faham ‘kiri’ atau ke faham ‘kanan’, dengan semboyan Nasionalis Religius.

Ciri utama Partai Demokrat dan Kader-kadernya, adalah CERDAS, SANTUN DAN BERSIH.

Bagi Demokrat, kader dan terutama pengurus harus mengutamakan peningkatan kapasitas intelektual, baik melalui pendidikan formal, maupun keinginan untuk terus mau belajar dan membaca. Hal ini, Cerdas, adalah kualitas utama Kader Demokrat.

Lalu, Kader dan Pengurus harus mampu menjaga perilakunya secara ketat dalam berkomunikasi untuk tidak menggunakan cara dan kata-kata kasar, arogan dan jorok, yang dapat membuat orang lain atau masyarakat menjadi tersinggung atau tersakiti. Ini, Santun, adalah identitas utama Kader Demokrat.

Terakhir, Kader dan Pengurus, harus berpenampilan ysng rapih, pantas dan sebisanya _mathcing_, tidak sembrono dan awut-awutan. Karena cover atau penampilan, adalah penilaian awal orang pada diri kita.

Selanjutnya, dalam hal mencari penghasilan dan mengumpulkan harta, maka Kader Demokrat sangat dianjurkan untuk menggunakan cara-cara yang baik dan bermartabat, sama sekali bukan berasal dari hasil Korupsi, tipu-tipu, pemerasan, atau cara kotor lainnya. Hal ini, Bersih, adalah Nilai utama kader demokrat.

Itu Epistomologisnya, Cara kita mengenali sosok partai demokrat dan kader-kadernya.

Tulisan singkat ini, mungkin sebagian besar kita sudah pernah membaca dan mendengarnya, tapi mengulang-ulang kebaikan terkadang juga diperlukan.

Sekaligus memberi kita perspektif yang layak dan akademis dalam menilai dan mengevaluasi keberadaan dan perjalanan Partai Demokrat yang kita cintai sepenuh hati, pada Ultahnya yang cukup dewasa, 25 Tahun.

Supaya kita tidak terjebak dalam penilaian semata statistikal dan kulit luar yang samar dan menipu, sehingga pertanyaan-pertanyaan sederhana perlu diajukan sebagai pengingat.

Apakah kita masih berjalan di atas rel niat baik pendirian partai?

Atau apakah tanpa sadar kita sudah mengingkari relevansi pendirian partai..?

Kejujuran pada sendiri sangat menentukan masa depan partai.

Berita Terkait
Baca Juga