30 Judul Lolos Pendanaan, UMI Kukuhkan Diri sebagai Kampus Pengabdian Terbaik di Indonesia Timur

30 Judul Lolos Pendanaan, UMI Kukuhkan Diri sebagai Kampus Pengabdian Terbaik di Indonesia Timur

Pedomanrakyat.com, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia Timur.

Hal tersebut dibuktikam melalui capaian membanggakan pada Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 lingkup LLDIKTI Wilayah IX.

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan pada kegiatan Penandatanganan Kontrak Program Pendanaan Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Hilirisasi Tahun 2026 di Aula Ridwan Saleh Mattayang, Senin (11/05/2026).

UMI tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah judul Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) terbanyak yang lolos pendanaan.

Sebanyak 30 judul PKM UMI dinyatakan lolos dengan total pendanaan mencapai Rp2.019.780.000, menjadikan UMI kembali berada di posisi teratas di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.

Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia yang semakin kompetitif secara nasional.

“Kami menyampaikan rasa bangga yang luar biasa karena LLDIKTI Wilayah IX menempati posisi ketiga terbanyak penerima program pendanaan di Indonesia dari Kemendiktisaintek,” ujarnya.

Secara khusus, ia menegaskan bahwa capaian tertinggi pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat pada klaster utama kembali diraih oleh Universitas Muslim Indonesia.

“Universitas Muslim Indonesia berhasil meloloskan 30 judul dengan total anggaran lebih dari Rp2 miliar. Ini menjadi capaian yang sangat membanggakan,” ungkapnya.

Di bawah UMI, tercatat beberapa perguruan tinggi lain dengan capaian signifikan, di antaranya Unismuh Makassar dengan 17 judul, UNCP 13 judul, Unibos 10 judul, Unismuh Kendari 9 judul, dan Unimerz 9 judul.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu Lantara, mewakili Rektor UMI bersama jajaran LP2S dan LPkM UMI.

Dalam keterangannya, Prof. Dirgahayu Lantara menyampaikan rasa syukur atas konsistensi UMI dalam mempertahankan capaian tertinggi pendanaan PKM di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.

“LP2S dan LPkM UMI telah tertata dengan baik sejak beberapa tahun terakhir sehingga kaderisasi peneliti dan pengabdi berjalan optimal,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan budaya riset dan pengabdian di UMI tidak hanya diarahkan pada capaian administratif, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan penguatan daya saing institusi.

Menurutnya, UMI saat ini juga terus memperkuat internasionalisasi melalui riset kolaboratif bersama sejumlah perguruan tinggi luar negeri serta penguatan kerja sama industri dalam mendorong hilirisasi riset.

“Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah mercusuar institusi dalam membaca kebutuhan masyarakat dan membangun kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris LPkM UMI, Prof. Dr. Ir. Rustam, menjelaskan bahwa keberhasilan UMI mempertahankan posisi teratas selama dua tahun berturut-turut merupakan hasil dari pembinaan proposal yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan.

“Tahun lalu UMI sudah berada di peringkat pertama LLDIKTI Wilayah IX untuk skema pengabdian, dan tahun ini kembali menjadi yang terbanyak,” ujarnya.

Menurutnya, LPkM UMI secara rutin melaksanakan coaching clinic proposal dengan menghadirkan reviewer nasional guna meningkatkan kualitas proposal dosen.

Tidak hanya itu, seluruh proposal internal dosen juga melalui tahapan evaluasi dan penyaringan sebelum diajukan ke skema nasional Kemendiktisaintek.

“Saat ini UMI memperoleh 30 judul pendanaan PKM, sementara perguruan tinggi di bawahnya memperoleh 17 judul. Tahun lalu, UMI juga menjadi perguruan tinggi terbanyak ketiga di Indonesia dalam jumlah proposal pengabdian yang lolos dan nomor satu untuk kategori PTS,” jelasnya.

Prof. Rustam juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas atas dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas dosen dan budaya pengabdian masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Rektor yang terus mendukung berbagai program coaching clinic dan peningkatan kualitas proposal dosen,” tuturnya.

Capaian ini semakin memperkuat posisi UMI sebagai perguruan tinggi unggul yang konsisten membangun budaya riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat di Indonesia Timur.

Berita Terkait
Baca Juga