Anak Krakatau Naik Status Siaga, Ahli Ingatkan Warga Banten-Lampung Tak Panik soal Tsunami

Anak Krakatau Naik Status Siaga, Ahli Ingatkan Warga Banten-Lampung Tak Panik soal Tsunami

Pedomanrakyat.com, Lampung — Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, mengingatkan masyarakat pesisir Banten dan Lampung agar tetap waspada menyusul kenaikan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Daryono menegaskan, peningkatan aktivitas dan erupsi gunung api tidak serta-merta memicu tsunami. Namun, potensi tersebut tetap perlu diantisipasi apabila terjadi mekanisme pemicu, seperti longsoran tubuh gunung api ke laut.

Kenaikan status Gunung Anak Krakatau berlaku sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB berdasarkan evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM.

“Peningkatan status ini harus dipahami sebagai langkah kewaspadaan dan mitigasi dini, bukan sebagai alasan untuk panik,” kata Daryono dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, penetapan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan dan evaluasi ilmiah, meliputi pengamatan visual, aktivitas kegempaan, serta parameter vulkanik lainnya.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami 14 kali erupsi selama periode 6–9 Oktober 2026. Meski demikian, sejumlah parameter kegempaan dan deformasi belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Daryono mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait, tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi, serta tetap mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Berita Terkait
Baca Juga