Andi Irma Awasi APBD Sulsel di Benteng Sawitto, Tinjau Pemanfaatan Bantuan untuk Kelompok Wanita

Pedomanrakyat.com, Pinrang – Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Azizah Irma Wahyudiyati, turun langsung menggelar kegiatan pengawasan APBD Sulsel di Kelurahan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi, mulai dari persoalan pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Didampingi unsur pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat setempat, Andi Azizah Irma mendengarkan satu per satu masukan warga yang hadir.
Dalam forum tersebut, pihak Kecamatan Paleteang menyampaikan bahwa saat ini terdapat tiga titik pembangunan infrastruktur yang sementara dikerjakan untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu warga, Nasria, menyoroti persoalan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru yang dinilai belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan apresiasi atas bantuan mesin jahit yang sebelumnya telah diberikan kepada kelompok masyarakat.
Menindaklanjuti hal itu, Andi Azizah Irma bersama rombongan turut meninjau langsung bantuan keuangan berupa mesin jahit yang diberikan kepada kelompok ibu-ibu di Kelurahan Benteng Sawitto.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi penguat ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Bantuan seperti ini harus benar-benar memberi manfaat. Kami ingin ibu-ibu di sini tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga bisa lebih mandiri secara ekonomi melalui keterampilan yang dimiliki,” ujar Irma.
Selain pemberdayaan ekonomi, persoalan sampah menjadi isu yang paling banyak dikeluhkan warga. Masyarakat mengaku masih menghadapi keterbatasan fasilitas tempat sampah dan belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga masih ditemukan warga yang membuang sampah ke sungai.
Menanggapi hal tersebut, legislator perempuan itu menegaskan bahwa persoalan kebersihan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Soal sampah ini harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah tentu harus hadir dengan solusi, tetapi masyarakat juga perlu membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan. Kalau semua bergerak bersama, masalah ini pasti bisa kita atasi,” katanya.
Andi Irma menambahkan, persoalan sampah di Benteng Sawitto akan disinkronkan dengan pemerintah daerah agar dapat dicarikan solusi yang tepat, termasuk mendorong penguatan sistem pengangkutan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Bagi Andi Azizah Irma, kegiatan pengawasan seperti ini bukan sekadar menjalankan fungsi legislasi, tetapi memastikan bahwa kebutuhan dan persoalan masyarakat benar-benar terdengar dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang tepat sasaran.