Buka Expo Koperasi dan UMKM Sulsel, Bupati Ibas Dorong Ekonomi Tumbuh Bersama Masyarakat

Buka Expo Koperasi dan UMKM Sulsel, Bupati Ibas Dorong Ekonomi Tumbuh Bersama Masyarakat

Pedomanrakyat.com, Lutim – Kabupaten Luwu Timur menjadi panggung pertemuan berbagai potensi ekonomi kerakyatan Sulawesi Selatan. Hal itu ditandai dengan pembukaan Pekan Expo Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (K-UMKM) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Selasa malam (6/10/2026).

Pembukaan yang berlangsung di Lapangan Iniaku, Desa Sorowako, Kecamatan Nuha itu, ditandai dengan pemukulan gendang oleh Bupati Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler, unsur Forkopimda, Wakil Ketua DPRD, Ketua Dekopinda Luwu Timur, Managemnt PT. Vale Indonesia.

Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang dipusatkan di Kabupaten Luwu Timur.

Tahun ini, Luwu Timur mendapat amanah menjadi tuan rumah setelah menerima pataka pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78 di Kabupaten Jeneponto.

Bagi Luwu Timur, kepercayaan tersebut bukan sekadar menjadi penyelenggara sebuah agenda provinsi. Lebih dari itu, menjadi tuan rumah merupakan kesempatan untuk mempertemukan kekuatan ekonomi dari berbagai daerah, membuka jejaring usaha, sekaligus memperkenalkan potensi dan produk unggulan Luwu Timur kepada masyarakat yang lebih luas.

Hal itu sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tengah mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui sinergi koperasi, UMKM, BUMDes, dan BUMDesma.

Salah satu penggeraknya adalah program Pandu Juara (Membangun Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera) yang telah diterapkan pada 33 desa percontohan dengan mengembangkan keunggulan komunitas di masing-masing wilayah.

Upaya tersebut bahkan telah mendapat pengakuan melalui BDS Impact Award 2026 serta penghargaan Daerah Peduli Inovasi Kreatif dari Kompas TV.

Mengusung tema “Transformasi Koperasi Modern Berdaya, Sulawesi Selatan Maju, Indonesia Berjaya”, Pekan Expo Koperasi dan UMKM Sulsel 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkokoh koperasi dan UMKM sebagai kekuatan ekonomi rakyat.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, 6 hingga 10 Oktober 2026, dan dipusatkan di Lapangan Iniaku, Kecamatan Nuha. Sebanyak 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan turut ambil bagian, bersama unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, gerakan koperasi, pelaku UMKM, serta dunia usaha. Total peserta diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.

Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Bupati Irwan Bachri Syam menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Luwu Timur.

“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Luwu Timur, izinkan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh tamu dan peserta dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kami bangga, dan kami bersyukur,” ujar Irwan.

Menurutnya, menjadi tuan rumah tidak boleh dimaknai sebatas menyelenggarakan kegiatan. Expo ini harus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai potensi ekonomi, memperluas jejaring usaha, memperkenalkan produk unggulan daerah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi masyarakat.

Ia pun berharap gelaran tersebut tidak berhenti pada kemeriahan acara, tetapi mampu melahirkan berbagai peluang konkret bagi pelaku usaha.

“Saya berharap melalui Pekan Expo Koperasi dan UMKM ini lahir kerja sama baru, jaringan pemasaran baru, kemitraan baru dan peluang-peluang usaha baru,” harapnya.

Bupati menegaskan, peringatan Hari Koperasi Nasional juga menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya bertumpu pada kekuatan modal besar.

“Ekonomi harus tumbuh bersama masyarakat. Koperasi harus menjadi kekuatan kolektif. UMKM harus menjadi kekuatan ekonomi lokal. Dan pemerintah harus menjadi fasilitator yang membuka jalan,” tegasnya.

Irwan menggambarkan pembangunan ekonomi daerah sebagai sebuah mata rantai yang saling menguatkan. Desa menjadi tempat tumbuhnya komoditas unggulan, UMKM mengolahnya menjadi produk bernilai tambah, sementara koperasi memperkuat skala usaha dan membuka akses pasar.

“Dari desa kita bangun komoditas unggulan. Dari UMKM kita ciptakan nilai tambah. Melalui koperasi kita perkuat skala usaha dan akses pasar. Dari transaksi itulah kita menghadirkan kesejahteraan,” katanya.

Karena itu, Bupati berharap Luwu Timur tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu menunjukkan praktik nyata bahwa koperasi dapat berkembang mengikuti zaman.

“Semoga dari Luwu Timur kita dapat menunjukkan satu contoh bahwa koperasi dapat tumbuh menjadi lembaga yang mandiri, modern, profesional, dan benar-benar menjadi kekuatan ekonomi rakyat,” pungkas Bupati Irwan.

Pembukaan expo ini menjadi awal dari lima hari perjumpaan para pelaku ekonomi kerakyatan di Sorowako. Di tengah pameran produk, transaksi usaha, dan pertemuan antarpelaku usaha, Luwu Timur membawa satu pesan utama, yakni ekonomi daerah akan semakin kuat ketika koperasi, UMKM, desa, dunia usaha, dan pemerintah bergerak dalam satu irama.

Berita Terkait
Baca Juga