Buka Seminar Perkoperasian, Bupati Lutim Ibas Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Buka Seminar Perkoperasian, Bupati Lutim Ibas Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Pedomanrakyat.com, Lutim – Koperasi didorong tidak sekadar menjadi wadah usaha bersama, tetapi mampu tampil sebagai kekuatan ekonomi yang tumbuh dari desa dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut mengemuka dalam Seminar Perkoperasian yang digelar sebagai rangkaian Pekan Expo K-UMKM Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026, yang dibuka Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, di Gedung Ontae Luwu, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kamis (8/10/2026).

Di hadapan para pelaku koperasi dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah, Irwan mengungkapkan bahwa Luwu Timur merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki jumlah Koperasi Desa Merah Putih cukup banyak.

Tak hanya Koperasi Desa Merah Putih, Luwu Timur juga telah menghadirkan Koperasi Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

“Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Luwu Timur ini merupakan salah satu yang memiliki jumlah Koperasi Merah Putih terbanyak di Sulawesi Selatan,” ungkap Irwan.

Menurutnya, Luwu Timur juga mendapat porsi pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih yang cukup besar. Saat ini, sebanyak sembilan unit sedang dalam proses pembangunan, sementara pemerintah daerah tengah mengusulkan tambahan sembilan unit lainnya.

Karena itu, Irwan meminta para pengurus koperasi memanfaatkan seminar tersebut sebagai ruang belajar dan bertukar pengalaman. Ia menilai materi yang disampaikan para narasumber dapat menjadi bekal penting dalam mengembangkan koperasi agar semakin adaptif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Saya mengajak Bapak-Ibu sekalian untuk menyimak kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Materi yang akan disampaikan para pemateri bukan materi sembarang. Diharapkan dapat membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya bagi perkembangan koperasi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan juga memperkenalkan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, yakni Pandu Juara, akronim dari Program Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Program tersebut dirancang sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk menggerakkan perekonomian dari tingkat desa. Menurut Irwan, pembangunan tidak cukup hanya dengan menghadirkan program, tetapi harus dipastikan benar-benar terlaksana dan memberi dampak kepada masyarakat.

Ia mengakui, selama ini masih terdapat berbagai program pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi, yang dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya tuntas.

“Selama ini, berbagai program baik dari pusat maupun provinsi, anggarannya sering kali hanya tertulis di atas kertas, pelaksanaannya pun belum tuntas,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sejak tahun lalu membangun komitmen bersama para pelaku pembangunan di desa, terutama para kepala desa.

Sebelum program dijalankan, pemerintah daerah terlebih dahulu mengumpulkan para kepala desa untuk menyamakan komitmen sekaligus menyusun pakta integritas sebagai landasan pelaksanaan program.

Langkah tersebut, kata Irwan, menjadi bagian dari upaya memastikan program pembangunan desa tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Seminar Perkoperasian ini menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Mereka adalah Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Dukungan Strategis Pimpinan Kementerian Koperasi RI, Eka Pan Lestari; Budayawan dan Arkeolog Universitas Hasanuddin, Iwan Sumantri; Staf Ahli Bupati Luwu Timur, Afrianto; Pimpinan Bulog Kantor Cabang Palopo, Maysius P.; serta Pengelola Koperasi PT Vale Indonesia, Parawansa Lamude.

Kehadiran para narasumber tersebut mempertemukan beragam gagasan, pengalaman, dan perspektif mengenai pengembangan koperasi. Forum ini sekaligus menjadi ruang untuk menggali inovasi dan membuka peluang kolaborasi yang dapat memperkuat koperasi sebagai salah satu fondasi perekonomian masyarakat.

Seminar turut dihadiri para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Anggota DPRD Luwu Timur sekaligus Ketua Dekopinda, Wahidin Wahid, para camat, kepala desa, para Ketua Kopdes Merah Putih se-Luwu Timur, serta tamu undangan lainnya.

Berita Terkait
Baca Juga