Bupati Daeng Manye Gagas Festival Pondok Pesantren di Takalar

Bupati Daeng Manye Gagas Festival Pondok Pesantren di Takalar

Pedomanrakyat.com, Takalar— Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menggagas Festival Pondok Pesantren sebagai wadah memperkuat syiar Islam sekaligus menampilkan potensi dan kreativitas para santri di Kabupaten Takalar.

Gagasan tersebut disampaikan Daeng Manye saat berdiskusi bersama sejumlah pimpinan pondok pesantren dan jajaran Pemkab Takalar, Senin (7/9/2026).

Festival tersebut direncanakan digelar pada 22 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini diharapkan melibatkan seluruh pondok pesantren di Takalar yang jumlahnya sekitar 24 pesantren.

Daeng Manye mengatakan, gagasan festival muncul setelah dirinya menghadiri kegiatan panggung gembira di Pondok Pesantren Nurul As’adiyah. Ia melihat langsung beragam potensi santri, mulai dari seni, kreativitas, keagamaan hingga keterampilan lainnya.

“Setelah melihat kegiatan di sana, saya langsung terinspirasi untuk mengadakan Festival Pondok Pesantren,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, festival tidak hanya diarahkan sebagai ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi antarpesantren sekaligus sarana memperkenalkan potensi pendidikan pesantren kepada masyarakat.

“Kita ingin masyarakat semakin mengenal pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kualitas dan potensi,” jelasnya.

Daeng Manye berharap festival tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan pesantren sehingga semakin banyak orang tua menjadikannya sebagai pilihan pendidikan bagi generasi muda.

Pemkab Takalar selanjutnya akan mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan bersama para pimpinan pondok pesantren dan pihak terkait. Festival ini diharapkan menjadi salah satu rangkaian Hari Santri Nasional yang memperkuat peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia dan kehidupan keagamaan di Takalar.

Berita Terkait
Baca Juga