Bupati Sidrap Moderatori Forum Nasional Apkasi, Dorong Penguatan Manajemen Talenta ASN Kabupaten

Pedomanrakyat.com, Batam – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, tampil sebagai moderator dalam Forum Dialog 4 Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/1/2026).
Forum tersebut mengangkat tema “Penguatan Sistem Manajemen Talenta ASN Kabupaten melalui Harmonisasi Kebijakan Kepegawaian, Penataan Formasi, dan Digitalisasi Layanan Kepegawaian untuk Meningkatkan Kinerja Pelayanan Publik.”
Tema ini menjadi sorotan penting di tengah upaya pemerintah memperkuat kualitas aparatur dan pelayanan publik di daerah.
Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. H. Zudan Arif Fakrulloh, menekankan pentingnya sinergi antara BKN dan kepala daerah dalam menyatukan persepsi kebijakan kepegawaian nasional guna mendukung pencapaian Asta Cita Presiden.
Zudan mengungkapkan, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nasional mencapai sekitar 6,5 juta orang, namun distribusinya masih belum merata antarwilayah. Karena itu, diperlukan pemetaan kebutuhan yang akurat, penataan formasi yang tepat, serta redistribusi ASN agar lebih proporsional dan efektif.
“Pemetaan kebutuhan ASN harus dilakukan secara serius. Di sini peran kepala daerah sangat penting sebagai pemegang kewenangan dalam mengangkat, memindahkan, dan memberhentikan ASN sesuai regulasi,” ujar Zudan.
Ia menambahkan, seluruh kebijakan kepegawaian harus disusun dalam satu desain besar yang terarah, berkelanjutan, dan konsisten agar mampu mengakselerasi pelaksanaan Asta Cita secara optimal.
“Arsitektur kepegawaian harus ideal. Mewujudkan Asta Cita tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi membutuhkan perencanaan matang dan konsistensi kebijakan,” tegasnya.
Sebagai moderator, Syaharuddin Alrif memandu jalannya diskusi dan sesi tanya jawab dengan peserta forum yang berasal dari berbagai kabupaten di Indonesia. Dengan gaya komunikatif, lugas, dan terarah, ia mampu menghidupkan suasana dialog sehingga forum berlangsung dinamis dan interaktif.
Diskusi tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan konstruktif antar kepala daerah dan pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem manajemen talenta ASN, khususnya di tingkat kabupaten, demi peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.