Cegah Wabah ASF, Luwu Timur Perkuat Benteng Biosekuriti 50 Peternak Babi

Pedomanrakyat.com, Lutim — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memperkuat upaya pencegahan penyakit ternak babi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengendalian Penyakit Ternak Babi berbasis Community-based ASF Biosecurity Intervention, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan ini digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Luwu Timur bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI serta Dinas Peternakan Pemprov Sulawesi Selatan. Sebanyak 50 peternak babi dari Kecamatan Tomoni Timur mengikuti pelatihan tersebut.
Peserta mendapat pembekalan teori dan praktik penerapan biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya, terutama African Swine Fever (ASF) dan Classical Swine Fever (Hog Cholera).
Materi pelatihan mencakup pengendalian akses orang dan kendaraan ke kandang, desinfeksi peralatan dan lingkungan, penyediaan area isolasi bagi ternak baru atau sakit, serta pengelolaan pakan dan air bersih agar terhindar dari kontaminasi.
Pemkab Luwu Timur berharap penerapan biosekuriti secara disiplin di peternakan rakyat dapat menekan risiko masuk dan menyebarnya penyakit, sekaligus melindungi keberlangsungan usaha serta ekonomi peternak.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta. Para peternak diharapkan menjadi pelopor penerapan biosekuriti sekaligus menyebarluaskan praktik pencegahan penyakit ternak di lingkungan masing-masing.