Dari Makassar, 500+ Pemimpin Lintas Sektor Membahas Masa Depan Kepemimpinan Indonesia

Dari Makassar, 500+ Pemimpin Lintas Sektor Membahas Masa Depan Kepemimpinan Indonesia

Pedomanrakyat.com, Makassar – Lebih dari 500 pemimpin dan profesional dari berbagai sektor berkumpul di Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, Kamis (8/10/2026).

Mengusung semangat “The Future of Leadership Starts Here”, forum yang diselenggarakan oleh PMSM, GNIK, dan APINDO ini mempertemukan beragam perspektif kepemimpinan untuk membahas tantangan dan arah leadership di tengah perubahan teknologi, tuntutan keberlanjutan, dinamika manusia, serta ketidakpastian yang semakin kompleks.

MLS 2026 menghadirkan 18 leadership voices yang berasal dari berbagai latar belakang—mulai dari mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, kepala daerah, CEO dan president director, chief people officer, praktisi human capital, technology and digital leaders, leadership coach, hingga profesional dan community leaders.

Representasi peserta juga mencakup lebih dari 9 sektor industri, menjadikan MLS 2026 sebagai ruang pertemuan lintas sektor untuk memperluas percakapan mengenai masa depan kepemimpinan.

Dari Leading from the East hingga AI-Ready Leadership

Rangkaian MLS 2026 dibuka dengan perspektif H.M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, melalui keynote Leading from the East. Kehadiran H.M. Jusuf Kalla menjadi pembuka yang menempatkan perspektif Indonesia Timur sebagai bagian dari percakapan kepemimpinan nasional.

Setelah keynote tersebut, percakapan dilanjutkan oleh Heriyanto Agung Putra, Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia, dan Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, melalui sesi Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values.

Keduanya membawa perspektif dari dunia bisnis dan pemerintahan mengenai bagaimana pemimpin perlu menyeimbangkan people, planet, pertumbuhan ekonomi, serta penciptaan nilai jangka panjang.

Perspektif tersebut kemudian diperluas melalui sesi Human Centered Leadership: Empathy, Authenticity & Vulnerability yang menghadirkan Isdar Andre M, Presiden Direktur Mercer Indonesia; Ivan Ahda, Director of Strategic and Advisory KTM Solutions; serta Bambang Yapri, PCC, Presiden ICF Jakarta Charter Chapter dan Consulting Director di Eclectic People Consulting/Head of Business Mekari Talenta.

Sesi ini membahas bagaimana pemimpin dapat membangun trust, empathy, authenticity, sekaligus accountability ketika organisasi menghadapi tuntutan performance dan perubahan.

Rangkaian pagi juga menghadirkan Alexander Sriewijono, pendiri Daily Meaning dan Certified Executive Leadership Coach, melalui Inspiring Talk: Pain of Leadership.

Setelah jeda makan siang, David Tjokrorahardjo, President Maxwell Leadership Indonesia, membawa sesi Outgrow Your Leadership yang mengajak peserta melihat kembali kapasitas dirinya sebagai seorang pemimpin.

CEO Lintas Industri Membawa Perspektif Transformasi

Percakapan kemudian bergerak pada tantangan transformasi organisasi melalui sesi Transformational Leadership: Challenging the Status Quo to Drive Meaningful Change.

Sesi ini mempertemukan Irfan Setiaputra, former CEO Garuda Indonesia; Tommy Watimena, CEO Great Giant Foods; dan Halim Wijaya, Director of Grab Indonesia.

Berasal dari industri yang berbeda, ketiganya membawa perspektif mengenai keberanian menantang status quo, menggerakkan perubahan, membangun ownership, dan memastikan transformasi menghasilkan perubahan yang bermakna dalam organisasi.

Keberagaman perspektif tersebut memperlihatkan salah satu karakter utama MLS 2026: leadership challenges tidak lagi dapat dilihat dari satu perspektif industri saja.

Tantangan mengenai people, technology, transformation, resilience, dan decision making muncul lintas sektor dan membutuhkan ruang dialog yang mempertemukan berbagai pengalaman kepemimpinan.

Memimpin di Era AI dan Ketidakpastian
Memasuki sesi AI Ready Leadership: Where to Start?, MLS 2026 mempertemukan Dudi Arisandi, Chief People Officer tiket.com sekaligus Ketua Umum PMSM; Dita Maharani Aisyah, Chief Business Development Officer BINAR; dan Robby Aris Cahyady, Vice President Consumer Business Area Pamasuka Telkomsel.

Ketiganya membawa perspektif mengenai kesiapan pemimpin dan organisasi menghadapi perkembangan artificial intelligence.

Pembahasan tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi bergerak pada pertanyaan yang lebih fundamental: bagaimana leader menentukan business problem yang tepat, membangun AI literacy, menyiapkan capability, serta memastikan adopsi teknologi menghasilkan value bagi organisasi.

Sementara itu, sesi Resilience Leadership: Turning Challenges into Growth menghadirkan Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA; Disa Rizky Novianty, Chief Executive Officer Kalla Aspal; dan Angela Tanoesoedibjo, Direktur MNC.

Ketiganya membahas bagaimana pemimpin menghadapi tekanan, ketidakpastian, perubahan, dan tantangan bisnis dengan tetap menjaga kualitas keputusan serta mengubah pengalaman sulit menjadi pembelajaran dan pertumbuhan.

Leadership yang Berakar pada Nilai

Dalam sesi Leading from the East, H.M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, membawa perspektif tentang bagaimana nilai-nilai yang tumbuh dari Indonesia Timur dapat menjadi fondasi kepemimpinan yang relevan dalam konteks nasional.

Kepemimpinan, dalam perspektif ini, tidak semata-mata berbicara mengenai posisi dan kewenangan, tetapi tentang nilai yang membentuk cara seorang pemimpin membaca keadaan, mengambil keputusan, memegang prinsip, dan membangun kepercayaan.

Sesi tersebut menjadi bagian pembuka Makassar Leadership Summit 2026 untuk mengangkat kontribusi perspektif Indonesia Timur dalam percakapan kepemimpinan nasional.

“Indonesia Timur memiliki kekayaan nilai kepemimpinan yang tumbuh dari budayanya. Dari tanah Bugis, kita belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang memimpin, tetapi tentang nilai yang menjadi pegangan. Macca, cerdas dalam membaca keadaan dan melihat peluang. Warani, berani mengambil keputusan dan menghadapi risiko. Getteng, tegas dan teguh dalam menjalankan keputusan. Dan Malempu, menjunjung kejujuran untuk membangun serta menjaga kepercayaan,” ujarnya.

Percakapan mengenai nilai kemudian berlanjut pada bagaimana seorang pemimpin menerjemahkan prinsip tersebut menjadi keputusan yang long-term value.

Dalam sesi Inclusive & Sustainable Leadership: People, Planet and Long-Term Values, Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, menyoroti pentingnya melihat kepemimpinan tidak hanya dari hasil yang dicapai hari ini, tetapi juga dari dampak yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pemimpin tidak boleh hanya berpikir tentang apa yang baik untuk hari ini. Setiap keputusan perlu dipikirkan dampaknya dalam jangka panjang. Karena itu, kepemimpinan membutuhkan kemampuan untuk mendengar, memahami kebutuhan yang beragam, dan membangun kolaborasi. Pertumbuhan dan kemajuan harus berjalan bersama kualitas hidup dan keberlanjutan, karena legacy seorang pemimpin bukan hanya tentang apa yang dicapai hari ini, tetapi tentang nilai dan dampak yang dapat terus tumbuh setelahnya,” ujarnya.

Dari Beragam Perspektif Menuju Satu Leadership Ecosystem

Keragaman pembicara dan perspektif menjadi salah satu kekuatan utama MLS 2026. Forum ini tidak menempatkan leadership sebagai satu formula yang berlaku untuk semua organisasi, tetapi sebagai kemampuan yang terus berkembang sesuai dengan konteks, tantangan, manusia, teknologi, dan lingkungan tempat seorang pemimpin mengambil keputusan.

Fauziah Zulfitri, S.Psi., M.M., PCC, Ketua Panitia Makassar Leadership Summit 2026, mengatakan bahwa keberagaman perspektif tersebut memang menjadi bagian dari desain MLS 2026.

“Dunia yang berubah membutuhkan cara memimpin yang juga terus berkembang. Karena itu, MLS 2026 tidak kami desain untuk menawarkan satu formula tentang leadership, tetapi untuk mempertemukan berbagai perspektif dari public leadership, business, people, technology, hingga emerging leaders. Harapannya, percakapan yang terjadi di sini tidak berhenti sebagai insight, tetapi menjadi refleksi yang mendorong pemimpin untuk mengambil keputusan dan tindakan yang lebih relevan bagi organisasinya,” tambahnya.

Rangkaian summit kemudian ditutup dengan sesi refleksi yang mengajak peserta menarik benang merah dari seluruh pembahasan dan menerjemahkannya menjadi satu komitmen praktis setelah kembali ke organisasi.

Pertanyaan yang dibawa pulang bukan lagi sekadar apa yang telah dipelajari, tetapi “What will I do differently as a leader starting tomorrow?” Pertanyaan tersebut merangkum semangat MLS 2026 bahwa leadership tidak berhenti pada gagasan, forum, ataupun jabatan.

Leadership pada akhirnya diuji melalui nilai yang dipegang, keputusan yang diambil, perubahan yang digerakkan, dan dampak yang ditinggalkan.

Dengan mempertemukan lebih dari 500 peserta dan berbagai leadership voices dari lintas industri, Makassar Leadership Summit 2026 menempatkan Makassar sebagai ruang penting bagi pertukaran perspektif mengenai masa depan kepemimpinan Indonesia, berangkat dari nilai, terbuka terhadap perubahan, dan berorientasi pada dampak.

Tentang Makassar Leadership Summit 2026
Makassar Leadership Summit 2026 merupakan forum kepemimpinan lintas sektor yang diselenggarakan oleh PMSM, GNIK, dan APINDO pada 8 Oktober 2026 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar.

MLS 2026 mempertemukan lebih dari 500 peserta, 20+ national & industry leaders sebagaimana positioning event, serta representasi 9+ sektor industri, dalam satu cross-sector leadership ecosystem.

Tema pembahasan mencakup Leading from the East, Inclusive & Sustainable Leadership, Human Centered Leadership, Transformational Leadership, AI Ready Leadership, dan Resilience Leadership.

Berita Terkait
Baca Juga