Dari Proses Akademik ke Ruang Pamer, Mahasiswa Seni Rupa Unismuh Makassar Gelar KARISMA 2026

Pedomanrakyat.com, Makassar – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menghadirkan KARISMA 2026, sebuah pameran karya akhir semester yang menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil proses pembelajaran dan eksplorasi kreatif mereka.
Pameran yang berlangsung pada 25–31 Juli 2026 ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai angkatan dan mata kuliah, menghadirkan beragam karya yang mencerminkan dinamika proses akademik sekaligus perkembangan praktik seni rupa di lingkungan kampus.
KARISMA 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Meisar Ashari, S.Pd., M.Sn. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian pameran sekaligus bentuk apresiasi terhadap proses kreatif dan pencapaian mahasiswa selama mengikuti pembelajaran di lingkungan akademik.
Lebih dari sekadar pameran tugas akhir semester, KARISMA 2026 menjadi bagian penting dari proses pendidikan seni rupa. Pameran ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan gagasan, hasil eksplorasi, serta perkembangan praktik artistik yang telah mereka bangun sepanjang perkuliahan.
Beragam karya dipamerkan, mulai dari Seni Lukis, Seni Kriya, hingga Nirmana Trimatra. Keseluruhan karya tersebut memperlihatkan keberagaman pendekatan visual, eksplorasi material, serta kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide menjadi karya yang lahir melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan.
Pameran ini juga menjadi ruang pertemuan lintas angkatan yang memperlihatkan dinamika perkembangan mahasiswa dalam menjalani proses kreatif. Setiap karya hadir dengan karakter, konsep, dan pendekatan yang berbeda, sekaligus menjadi representasi pengalaman belajar serta pencarian identitas artistik masing-masing mahasiswa.
Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Unismuh Makassar, Dr. Meisar Ashari, S.Pd., M.Sn., menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan KARISMA 2026 yang dinilai menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa.
Menurutnya, ruang pamer merupakan salah satu unsur yang tidak terpisahkan dalam pendidikan seni karena mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya yang berkualitas, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mempresentasikan karya, membangun komunikasi visual, dan berinteraksi dengan publik.
Sementara itu, salah satu dosen pengampu, Iswan Bintang, S.Pd., M.Sn., menilai pameran seperti KARISMA memiliki peran strategis dalam pendidikan seni rupa. Selain menjadi media untuk menampilkan hasil pembelajaran, pameran juga membangun keberanian, kepercayaan diri, dan pengalaman mahasiswa dalam menghadirkan karya di ruang publik.
“Pameran ini menjadi ruang apresiasi sekaligus momentum bagi mahasiswa untuk melihat kembali proses yang telah mereka jalani. Keberagaman karya yang hadir menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman, pendekatan, dan proses kreatif yang berbeda,” ujar Iswan.
Lebih dari sekadar menampilkan hasil akhir perkuliahan, KARISMA 2026 diharapkan mampu memperkuat budaya apresiasi seni di lingkungan akademik. Pameran ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mempresentasikan karya sekaligus membangun dialog dengan masyarakat melalui praktik seni yang mereka kembangkan.
Melalui penyelenggaraan KARISMA 2026, Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar menegaskan bahwa pendidikan seni tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Proses belajar juga tumbuh melalui pengalaman berkarya, bereksperimen, berdiskusi, dan menghadirkan karya di ruang publik sebagai bagian dari pembentukan karakter serta profesionalisme calon pendidik dan seniman.
Pameran yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 ini menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa dalam mengembangkan potensi, memperkaya pengalaman artistik, serta menemukan karakter berkarya yang akan menjadi bekal dalam perjalanan mereka di dunia seni rupa.