Debit Air Kian Kritis, Pemkab Maros Genjot Distribusi Bantuan Air Bersih

Debit Air Kian Kritis, Pemkab Maros Genjot Distribusi Bantuan Air Bersih

Pedomanrakyat.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros mewaspadai meluasnya krisis air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Dari empat instalasi pengolahan air (IPA) milik Perumda Air Minum Tirta Bantimurung, hanya dua yang masih beroperasi di tengah semakin kritisnya ketersediaan air baku.

Bupati Maros Chaidir Syam, mengatakan kondisi tersebut membutuhkan langkah antisipasi serius agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan mengganggu kebutuhan air bersih masyarakat.

Dua instalasi yang masih beroperasi adalah IPA Bantimurung dan IPA Amarang di Kecamatan Tanralili. Namun, kondisi sumber air baku yang semakin kritis membuat keberlangsungan pelayanan air bersih ikut terancam.

“IPA Amarang saat ini masih mampu melayani dengan kapasitas sekitar 60 liter per detik, tetapi kondisi sumber airnya sudah sangat kritis,” ujar Chaidir Syam, Rabu (21/10/2026).

Ia mengingatkan, penurunan debit air lebih lanjut berpotensi memperluas wilayah terdampak kekeringan dan menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Maros terus mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama pemangku kepentingan lainnya guna menangani dampak kekeringan.

Penyaluran bantuan air bersih kepada warga juga terus dilanjutkan melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang telah memasuki tahap lanjutan. Pemerintah daerah berupaya memaksimalkan sumber daya yang tersedia untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air.

Chaidir Syam turut mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok selama musim kemarau.

Pemkab Maros berharap hujan mulai turun pada November hingga Desember 2026 sehingga debit sumber air berangsur pulih dan pelayanan air bersih dapat kembali membaik.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah terus mewaspadai perkembangan situasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan dampak kekeringan dapat ditekan.

Berita Terkait
Baca Juga