DPRD Makassar Dukung Revitalisasi 30 Sekolah, Fokus Tambah Ruang Kelas

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Kota Makassar menegaskan komitmennya mengawal program revitalisasi sekolah yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar sebagai solusi jangka panjang mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung siswa baru di tingkat SMP.
Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Arrahman Husain, mengatakan revitalisasi sekolah merupakan usulan yang sejak awal diperjuangkan DPRD. Menurutnya, penambahan ruang kelas jauh lebih efektif dibanding hanya menambah rombongan belajar (rombel) yang berpotensi menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
“Ini memang usulan kami sebelumnya. Setelah melihat persoalan kelebihan jumlah siswa SMP pasca kelulusan SD, kami mendorong pemerintah menghadirkan solusi yang lebih permanen,” ujar Fahrizal, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, Komisi D DPRD Makassar sejak awal meminta pemerintah tidak lagi mengandalkan solusi jangka pendek, seperti penambahan rombel atau penyesuaian data pokok pendidikan (Dapodik), tanpa diikuti pembangunan ruang kelas baru.
Menurutnya, pengalaman pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan keterbatasan ruang belajar menjadi penyebab utama minimnya daya tampung di sejumlah SMP negeri.
“Jangan sampai pemerintah hanya menambah rombel tanpa memperbarui atau menambah ruang kelas. Itu bisa berdampak pada administrasi pendidikan ke depannya,” katanya.
Fahrizal menilai pembangunan ruang kelas baru di sekolah yang masih memiliki lahan dan struktur bangunan yang memungkinkan merupakan solusi paling realistis. Langkah tersebut juga dinilai lebih cepat dibanding membangun sekolah baru yang membutuhkan waktu dan anggaran besar.
Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Makassar dan Dinas Pendidikan yang menindaklanjuti aspirasi DPRD melalui program revitalisasi sekolah.
“Alhamdulillah usulan ini langsung ditindaklanjuti oleh wali kota dan Dinas Pendidikan. Kami di Komisi D tentu sangat mendukung karena ini menjadi solusi jangka panjang bagi pendidikan di Kota Makassar,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mengusulkan 79 sekolah untuk memperoleh bantuan revitalisasi. Pada tahap awal, 11 sekolah mendapat alokasi bantuan, kemudian bertambah menjadi 30 sekolah yang masuk daftar penerima program.
Selain mendorong penambahan ruang kelas SMP, Komisi D DPRD Makassar juga meminta pemerintah memprioritaskan revitalisasi sekolah dasar yang kondisi bangunannya sudah tidak layak agar pemerataan kualitas sarana pendidikan dapat terwujud.
Tak hanya memberi dukungan, DPRD Makassar memastikan akan mengawal pelaksanaan program tersebut hingga selesai. Komisi D akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, mulai dari proses penunjukan pelaksana proyek, perkembangan pembangunan di lapangan, hingga hasil akhir revitalisasi.
“Kami juga meminta Dinas Pendidikan mengundang DPRD setelah pembangunan selesai agar kami bisa melihat langsung hasil penambahan ruang kelas maupun revitalisasi sekolah yang telah dilakukan,” tutup Fahrizal.