Fadli Zon: Musik Indonesia Sudah Jadi Tuan Rumah, Kini Saatnya Mendunia

Fadli Zon: Musik Indonesia Sudah Jadi Tuan Rumah, Kini Saatnya Mendunia

Pedomanrakyat.com, Makassar – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mendorong musik Indonesia menembus pasar internasional setelah berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Fadli Zon menilai Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards memiliki peran penting dalam mendorong kreativitas musisi sekaligus memperkuat ekosistem musik nasional.

Hal itu disampaikan Fadli Zon dalam konferensi pers AMI Awards 2026 di Hotel Claro Makassar, Selasa (27/10/2026). Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan AMI Awards yang telah berlangsung selama 29 tahun sejak 1997.

Menurut Fadli, keberlangsungan AMI Awards menjadi prestasi tersendiri bagi industri musik Indonesia. Ajang tersebut dinilai mampu menjadi wadah apresiasi bagi para musisi sekaligus mendorong lahirnya karya dan talenta baru.

“AMI Awards ini secara konsisten berlangsung terus, tentu ini merupakan satu prestasi yang luar biasa. Apalagi diselenggarakan oleh yayasan yang memang mendedikasikan institusinya untuk kemajuan musik Indonesia,” kata Fadli.

Ia menyebut, musik Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar global. Fadli mengacu pada statistik yang disebutnya menunjukkan sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik dalam negeri.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan musik Indonesia telah memiliki tempat kuat di pasar domestik, meski tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan pendengar ke negara lain.

“Kalau 80 persen secara statistik mendengarkan, itu prestasi luar biasa. Tinggal berikutnya adalah bagaimana musik Indonesia bisa dinikmati di negara-negara tetangga, bahkan di dunia internasional,” ujarnya.

Fadli menilai Indonesia dapat belajar dari strategi Korea Selatan dalam mempromosikan budaya populer melalui gelombang Hallyu, termasuk K-Pop.

Menurutnya, pengembangan musik Indonesia perlu didukung strategi yang mampu memperkenalkan karya dan identitas budaya nasional ke panggung dunia.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan pihak swasta untuk memperkuat daya saing musisi Indonesia.

Kementerian Kebudayaan, lanjut Fadli, turut mendukung pengembangan ekosistem budaya melalui Dana Indonesia Raya, yang disebutnya sebagai dana abadi kebudayaan.

“Kami di Kementerian Kebudayaan sangat mendukung dan mensupport, kita mempunyai satu skema Dana Indonesia Raya, yang merupakan dana abadi kebudayaan, tahun kemarin itu ditambah lagi, ditopangmenjadi 6 triliun,” jelas Fadli.

Pada tahun ini, dukungan tersebut menjangkau 4.158 penerima manfaat dari lebih dari 15.000 proposal yang diajukan. Penerima manfaat juga mencakup pelaku kebudayaan di Sulawesi Selatan.

Selain dukungan pendanaan, pemerintah mengembangkan Manajemen Talenta Nasional (MTN), termasuk di bidang musik. Program tersebut mencakup penjaringan talenta, pembinaan kapasitas, hingga pengakuan di tingkat internasional.

“Kita berharap AMI Awards ini bisa menjadi satu inspirasi bagi para musisi Indonesia dan juga ini merupakan satu platform yang bisa mendukung ekosistem musik di Indonesia, karena ekosistem kita ditumbuh dengan sangat baik belakangan ini,” terangnya.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menilai AMI Awards berperan sebagai tolok ukur untuk melihat perkembangan industri musik dan kreativitas musisi Indonesia.

Menurut Giring, perkembangan platform digital seperti Spotify dan YouTube telah membuka peluang lebih luas bagi musik Indonesia untuk bersaing di pasar global.

“Jadi, kita butuh bantuan dari teman-teman media semua dan juga semua masyarakat Indonesia untuk terus membagikan lagu-lagu Indonesia, mendengarkan lagu-lagu Indonesia,” ujar Giring.

Giring juga menyoroti penggunaan lagu Indonesia dalam konten media sosial hingga video yang dibagikan oleh komunitas olahraga luar negeri. Menurutnya, identitas dan karakter khas Indonesia justru dapat menjadi daya tarik di mata dunia.

Ia menambahkan, penyelenggaraan AMI Awards juga memberi ruang bagi masukan komunitas musik, termasuk pelaku musik dari kawasan Indonesia Timur, agar keberagaman genre dan karya mendapat perhatian.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Anugerah Musik Indonesia, Candra Darusman, mengatakan AMI Awards akan kembali digelar pada 4 November 2026.

Ia menyebut penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ke-29 itu terus menghadirkan karya dan kejutan baru setiap tahunnya. AMI Awards juga dirancang untuk merangkul keberagaman musik Indonesia, mulai dari lintas generasi hingga berbagai genre.

Candra menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, Kementerian Kebudayaan, LPDP, serta pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraan ajang tersebut.

Menurutnya, penghargaan kepada musisi merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menghibur masyarakat, mempererat kebersamaan, dan mendorong kemajuan melalui karya musik.

Melalui AMI Awards 2026, diharapkan karya dan kreativitas musisi Indonesia terus memperoleh ruang apresiasi sekaligus memperkuat perkembangan industri musik nasional.

Berita Terkait
Baca Juga