Fatmawati Rusdi Pacu Toraja Utara Jadi Sentra Kopi Lewat Pelatihan Barista PLUT KUMKM

Fatmawati Rusdi Pacu Toraja Utara Jadi Sentra Kopi Lewat Pelatihan Barista PLUT KUMKM

Pedomanrakyat.com, Rantepao – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mendorong pengembangan kopi Toraja dari hulu hingga hilir melalui penguatan keterampilan sumber daya manusia dan sektor ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan Fatmawati saat menghadiri Pelatihan Vocational Barista yang diselenggarakan PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Selatan di Gedung Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, kawasan Alun-Alun Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (26/9/2026).

Pelatihan tersebut diikuti belasan peserta yang mendapatkan pendampingan langsung dari profesional barista. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peserta penyandang disabilitas, termasuk peserta dengan kifosis, untuk memperoleh keterampilan di bidang pengolahan dan penyajian kopi.

Fatmawati mengatakan, Toraja Utara bersama Tana Toraja memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi yang telah dikenal luas.

Menurutnya, potensi tersebut perlu diperkuat melalui pengembangan keterampilan agar kopi tidak hanya dihasilkan sebagai komoditas, tetapi juga memiliki nilai tambah ketika diolah hingga siap dinikmati konsumen.

“Bukan cuma memperkenalkan produk kita dari hulu ke hilir, pemerintah nasional saat sekarang ini mendorong hilirisasi. Saya punya angan-angan besar, cita-cita besar, bahwa di Toraja Utara dan Tana Toraja kita harus menjadikan sentra kopi,” kata Fatmawati.

Ia menyebut Toraja Utara, Tana Toraja, dan Kabupaten Enrekang sebagai wilayah yang memiliki potensi dalam pengembangan sentra kopi di Sulawesi Selatan.

Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dan generasi muda dinilai penting agar potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.

Fatmawati berharap masyarakat yang berkunjung ke Toraja Utara maupun Tana Toraja tidak hanya menikmati keindahan alam dan destinasi wisata, tetapi juga membawa produk kopi sebagai bagian dari pengalaman wisata.

“Semua orang yang keluar dari Toraja Utara dan Tana Toraja harus membawa kopi,” ujarnya.

Menurut Fatmawati, pengembangan kopi juga perlu didukung ruang edukasi bagi masyarakat. Ia membayangkan kawasan publik seperti alun-alun maupun kegiatan car free day dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kopi, mulai dari memilih biji kopi yang baik hingga proses pengolahan menjadi minuman dengan cita rasa berkualitas.

Ia menekankan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh peralatan yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas biji kopi dan keterampilan dalam mengolahnya.

Karena itu, Fatmawati meminta peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk menggali pengetahuan dari para pemateri, mulai dari proses roasting hingga pembuatan espresso dan berbagai jenis minuman kopi.

“Teman-teman harus gali sebanyak-banyaknya kepada pemateri tentang seperti apa, mulai dari roasting kopinya sampai bikin kopi espresso ataupun kopi-kopi lainnya yang enak,” katanya.

Fatmawati juga mendorong agar pelatihan keterampilan seperti ini tidak berhenti pada peserta yang hadir. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada generasi muda, pekerja kreatif, dan pelaku usaha sehingga terbentuk lebih banyak sumber daya manusia yang mampu mengembangkan industri kopi di daerah.

“Saya berharap ilmu yang didapatkan hari ini bisa di-transfer knowledge, bisa dibagi lagi kepada kaum muda, anak muda yang pekerja kreatif, anak-anak muda entrepreneur yang bisa kita kembangkan lebih besar lagi untuk pengembangan kopi kita ini,” ujarnya.

Pengembangan kopi, lanjutnya, juga dapat berjalan beriringan dengan sektor pariwisata. Dengan kekayaan alam dan destinasi wisata yang dimiliki Toraja, pengalaman menikmati kopi lokal dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pelatihan Vocational Barista PLUT KUMKM Provinsi Sulawesi Selatan tersebut menjadi salah satu upaya penguatan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi ekonomi lokal, sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda dan penyandang disabilitas dalam sektor ekonomi kreatif.

Berita Terkait
Baca Juga