Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem, Menhut Ungkap 5 Strategi Utama Penanganan Karhutla

Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem, Menhut Ungkap 5 Strategi Utama Penanganan Karhutla

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan di lapangan yang berhasil menekan tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang bulan Agustus.

Meski demikian, Pemerintah mengimbau seluruh pihak untuk tidak lengah mengingat fenomena cuaca ekstrem El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada September.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi keselamatan warga dan menjaga kualitas udara.

“Hasil evaluasi sepanjang Agustus menunjukkan tren penanganan yang membaik di sejumlah wilayah. Namun, ini bukan alasan untuk berpuas diri. Bulan September adalah fase krusial bagi kita untuk meningkatkan kewaspadaan penuh dan memperkuat koordinasi pemadaman,” ujar Menhut Raja Antoni saat memberikan keterangan pers di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Menhut Raja Antoni turut didampingi oleh Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Dwi Januwanto Nugroho, serta Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan (PKH) Thomas Nifinluri.

Menhut Raja Antoni menjelaskan upaya penanganan karhutla di lapangan difokuskan melalui lima pilar strategi utama.

Pertama, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan secara intensif bekerja sama dengan BNPB dan BMKG untuk merekayasa potensi awan hujan dan menaikkan kelembapan tanah di enam provinsi prioritas.

Kedua, waterbombing dengan mengerahkan 53 armada udara untuk patroli dan pemadaman titik api di wilayah yang sulit dijangkau.

Ketiga, penguatan Satgas Darat melalui kolaborasi personel Manggala Agni Kemenhut, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di area tapak. Pasukan darat terbukti sangat efektif dalam mengisolasi dan memadamkan sumber api secara tuntas.

Keempat, Penegakan Hukum tanpa pandang bulu yang dijalankan secara konsisten. Saat ini terdapat 89 tersangka yang ditangani pihak kepolisian serta puluhan kasus pidana dan evaluasi izin usaha (PBPH) oleh Ditjen Gakkum Kemenhut.

Kelima, edukasi dan partisipasi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran publik agar tidak melakukan pembakaran lahan (land clearing) maupun tindakan lalai seperti membuang puntung rokok sembarangan di area kering.

Guna menjamin transparansi publik, Kemenhut mengandalkan sistem pemantauan digital Sipongi. Sistem berbasis satelit ini beroperasi 24 jam dan dapat diakses secara terbuka oleh media maupun masyarakat untuk memantau data hotspot hingga pergerakan angin secara real-time.

Menhut Raja Antoni secara khusus menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan arahan tegas dalam penanganan karhutla, serta sinergi erat lintas kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan media massa.

Masukan konstruktif dari masyarakat dan warganet juga dinilai sebagai motivasi penting bagi pemerintah untuk terus mengoptimalkan kinerja pelayanan publik.

“Upaya pencegahan karhutla adalah kerja bersama. Dengan kolaborasi teknis, penegakan hukum yang adil, serta kesadaran masyarakat yang makin tinggi, kita optimistis dapat melewati periode rawan ini dengan baik,” tutup Menhut Raja Antoni.

Berita Terkait
Baca Juga