Hotspot Meningkat, Kemenhut Perkuat Operasi Karhutla dan Pemantauan Dampak Asap

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan. Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, groundcheck, patroli, mopping up, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penguatan pencegahan dan pemantauan di wilayah prioritas.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 21.14 WIB terdeteksi 717 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) dan 12.696 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah (medium confidence). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pemantauan pada 26 Agustus 2026.
Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan berdasarkan penginderaan satelit dan tidak serta-merta menunjukkan satu kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi yang terpantau melalui satelit tetap memerlukan verifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi lapangan.
Berdasarkan data satelit Terra/Aqua pada enam provinsi prioritas, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terutama terpantau di Kalimantan Tengah sebanyak 280 titik, Kalimantan Barat 128 titik, Sumatera Selatan 82 titik, Kalimantan Selatan 16 titik, Jambi empat titik, dan Riau satu titik. Sementara pada kategori tingkat kepercayaan menengah, terpantau 4.358 hotspot di Kalimantan Tengah, 1.787 di Kalimantan Barat, 1.037 di Sumatera Selatan, 825 di Kalimantan Selatan, 183 di Riau, dan 60 di Jambi.
Peningkatan hotspot langsung direspons dengan penguatan operasi di lapangan. Berdasarkan laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah daerah, masyarakat, dan unsur terkait lainnya terus melakukan pemadaman, pengecekan lapangan, penyekatan, serta pendinginan pada lokasi-lokasi yang masih menunjukkan aktivitas api maupun bara.
Di Kalimantan Barat, misalnya, operasi di Kabupaten Sintang dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan size up untuk mengidentifikasi titik api yang masih aktif, menentukan sektor prioritas, serta menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi lapangan. Personel kemudian dibagi ke beberapa sektor dengan memanfaatkan pompa jinjing dan sumber air di sekitar lokasi. Pada lokasi lain, keterbatasan sumber air diatasi dengan sistem suplai estafet dari kolam menuju collapsible tank agar pemadaman tetap dapat berlangsung.
Di Kendawangan, Kabupaten Ketapang, kondisi parit yang kering membuat tim memanfaatkan mobil tangki untuk mendukung suplai air. Ketika kebakaran lain terpantau mendekati permukiman, Manggala Agni Kemenhut bergerak bersama TNI AL, TNI AD, dan Polri untuk melakukan pemadaman dan penyisiran terhadap bara yang masih aktif.
Di Kalimantan Tengah, penanganan dilakukan melalui pemadaman langsung, mopping up, patroli, serta pemblokiran penjalaran api, terutama pada kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Di Palangka Raya, petugas memfokuskan pemadaman pada api yang berpotensi bergerak menuju permukiman dan terus menangani titik-titik asap dari kebakaran bawah gambut. Sementara di sekitar Taman Nasional Sebangau, pemantauan drone dan groundcheck digunakan untuk mendeteksi titik api dan membantu menentukan lokasi prioritas pemadaman.
Di Kalimantan Selatan, pemadaman gabungan darat dan udara terus dilakukan, termasuk di wilayah Banjarbaru. Pola pemadaman diarahkan untuk memutus penjalaran api agar tidak meluas menuju fasilitas publik. Kondisi bahan bakar yang kering, kebakaran bawah, serta angin yang cukup kencang menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Pemantauan menggunakan drone juga dilakukan untuk mendukung operasi.
Operasi serupa berlangsung di Sumatera. Di Jambi, Manggala Agni Kemenhut melakukan pemadaman bersama BPBD, TNI, Polri, Damkar, perangkat desa, dan masyarakat. Pada salah satu lokasi di Muaro Jambi, puluhan warga turut bergabung dalam penanganan kebakaran. Di Sumatera Selatan, pemadaman dilakukan pada sejumlah lokasi di antaranya Ogan Ilir dan Palembang, dengan beberapa lokasi telah berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam.
Untuk memperkuat operasi darat tersebut, pemerintah menyiagakan dukungan udara berupa 30 unit helikopter di Kalimantan dan 22 unit helikopter di Sumatera untuk mendukung water bombing dan patroli udara. OMC juga terus diupayakan pada wilayah dan waktu yang memenuhi kondisi meteorologis untuk membantu penanganan karhutla.
Selain pengendalian api, pemerintah terus memantau kualitas udara dan jarak pandang. Berdasarkan pemantauan pada 27 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, jarak pandang di Pontianak tercatat sekitar 1 kilometer dengan kondisi berasap, sementara Palangka Raya sekitar 1,2 kilometer dengan kondisi berasap. Di Pekanbaru jarak pandang tercatat sekitar 3 kilometer dengan kondisi udara kabur, sedangkan Palembang sekitar 3,5 kilometer dan Banjarmasin sekitar 4 kilometer, keduanya dalam kondisi berasap.
Pada saat yang sama, kondisi relatif lebih baik terpantau di Jambi dengan jarak pandang sekitar 7 kilometer, sementara Samarinda mencapai 10 kilometer atau lebih. Pemantauan kualitas udara menunjukkan sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, sementara kondisi di sebagian besar wilayah lainnya relatif lebih baik.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat di wilayah terdampak asap juga diminta memperhatikan informasi kualitas udara dan kondisi lingkungan dari instansi berwenang serta mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan verifikasi dan penanganan sedini mungkin. Informasi atau laporan terkait karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.