BJP akhirnya kemarin menjatuhkan sanksi pemecatan kepada Sharma. Kepala unit media partai itu, Naveen Kumar Jindal, juga dipecat karena membagikan tangkapan gambar dari komentar Sharma di Twitter.
Dalam pernyataannya BJP mengatakan, “perkataan itu bertentangan dengan ideologi mana pun karena menghina sekte atau agama” dan mereka “tidak mendukung orang atau filosofi semacam itu.”
Sebelum dipecat, perempuan 37 tahun itu adalah seorang pengacara yang didapuk sebagai “juru bicara resmi BJP” yang selalu tampil di debat televisi untuk mewakili dan membela pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi.
Dilansir dari laman BBC, Selasa (7/6), lulusan hukum di Universitas Delhi ini memulai karir politiknya pada 2008 ketika dia terpilih sebagai presiden mahasiswa dari Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP), organisasi sayap dari kelompok gerakan Hindu nasionalis Rashtriya Swayamsevak Sangh.
Karir politiknya kian moncer pada 2011 ketika dia kembali ke India setelah mengambil studi master hukum bisnis internasional di London School of Economics.
Karena kemampuan bicaranya yang pintar berargumen, baik dalam bahasa Inggris dan Hindi, dia mendapat tempat di komite media BJP dalam pemilihan majelis Delhi 2013.
Dua tahun kemudian saat pemilu baru digelar, dia menjadi kandidat BJP melawan Kepala Menteri Delhi Arvind Kedriwal.
Orang-orang tak menyangka dia bisa menang pemilu dan berkat kampanyenya yang agresif dia terpilih menjadi juru bicara resmi BJP di Delhi dan pada 2020 dia menjadi juru bicara nasional dari BJP.
Dalam beberapa tahun terakhir Sharma menjadi sosok yang populer di mata pemirsa televisi India. Hampir dalam setiap perdebatan dia bisa berteriak dan mengecam lawan politiknya bahkan menyebut mereka dengan nama.
Dalam sebuah cuplikan video yang banyak dibagikan pendukungnya di Twitter belum lama ini, dia menyebut panelis sebagai “pendusta dan hipokrit” dan menyuruh mereka “tutup mulut”.
Ketika video itu dia bagikan di Twitter, pengikutnya yang mencapai lebih dari setengah juta itu memujinya dan menyebut dia “singa betina dan sang pemberani yang garang”.