Ismail Tegaskan Komitmen KONI Dukung Pembinaan IPSI Makassar

Ismail Tegaskan Komitmen KONI Dukung Pembinaan IPSI Makassar

Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Umum KONI Kota Makassar Ismail, menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar masa bakti 2025–2029, di Hotel MaxOne Makassar, Jalan Taman Makam Pahlawan, Sabtu (17/1/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta arah pembinaan dan prestasi pencak silat di Kota Makassar.

Acara pelantikan dihadiri Ketua Pengprov IPSI Sulawesi Selatan Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum, Perwakilan Forkopimda, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar Syamsul Bahri, S.IP., M.Si., jajaran pengurus KONI Makassar, para ketua perguruan pencak silat, serta insan pencak silat se-Kota Makassar. Turut hadir Ketua IPSI Kota Makassar terpilih, Hj. Umiyati, S.Kom.

Hj. Umiyati sebelumnya terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Kota IPSI Makassar yang berlangsung demokratis dan kondusif. Legislator DPRD Kota Makassar tersebut memperoleh dukungan penuh dari seluruh perguruan pencak silat pemilik hak suara, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang dipercaya memimpin IPSI Kota Makassar.

Susunan Pengurus IPSI Kota Makassar masa bakti 2025–2029 dibacakan oleh Sekretaris Umum Pengprov IPSI Sulsel Ayuzar, S.T., S.H., M.H. Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Pengprov IPSI Sulsel Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum, ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan, penyerahan Surat Keputusan (SK), serta penyerahan Bendera Pataka IPSI Kota Makassar kepada Hj. Umiyati, S.Kom.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa pencak silat memiliki posisi strategis, tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai warisan budaya Nusantara yang harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi identitas dan warisan budaya bangsa. Pembinaannya harus dimulai sejak usia dini pada tingkat sekolah dasar agar nilai olahraga dan budaya dapat tumbuh seimbang,” ujar Munafri.

Munafri juga mendorong IPSI Kota Makassar untuk berani menghadirkan kejuaraan berskala nasional di Makassar sebagai bagian dari penguatan ekosistem olahraga daerah.

“Kami mendorong IPSI agar Makassar bisa menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Pencak Silat. Selain meningkatkan prestasi atlet, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap pariwisata dan perekonomian Kota Makassar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Makassar Ismail, S.H. menekankan bahwa IPSI merupakan salah satu cabang olahraga strategis dalam sistem pembinaan prestasi olahraga di Kota Makassar. Ia menilai keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh pengelolaan yang profesional dan program pembinaan atlet yang terukur.

“IPSI adalah salah satu dari 15 cabang olahraga yang telah menuntaskan Musyawarah Kota di akhir tahun 2025. Ini menunjukkan kesiapan organisasi untuk fokus pada pembinaan dan peningkatan prestasi atlet,” kata Ismail.

Ismail juga menegaskan komitmen KONI Makassar dalam mendukung cabang olahraga yang serius melakukan pembinaan.

“Sekitar 80 persen dana hibah Pemerintah Kota Makassar yang dikelola KONI dialokasikan untuk pembinaan prestasi cabang olahraga binaan. Karena itu, IPSI perlu menyusun program kerja yang jelas, terukur, dan berkelanjutan agar prestasi atlet dapat dicapai secara konsisten,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan kesiapan KONI Makassar untuk mendukung penuh arahan Wali Kota Makassar terkait rencana penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Pencak Silat di Makassar serta memperkuat sinergi dengan IPSI Kota Makassar.

“KONI Makassar siap mendukung dan mengawal arahan Wali Kota untuk menggelar Kejurnas Pencak Silat di Makassar. Kami siap bersinergi dengan IPSI Makassar agar pelaksanaannya berjalan sesuai regulasi, sekaligus mampu melahirkan prestasi dan memberikan dampak positif bagi daerah,” tegas Ismail.

Di sisi lain, Ketua Pengprov IPSI Sulsel Prof. Dr. Hasnawi Haris, M.Hum menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kota Makassar dan KONI harus dibarengi dengan capaian prestasi yang nyata.

“Target prestasi harus jelas. Makassar harus mampu tampil maksimal, termasuk menargetkan juara umum pada Porprov Sulsel 2026 di Wajo dan Bone. Itu akan menjadi indikator keseriusan IPSI Makassar sebelum menggelar Kejurnas.” ujarnya.

Acara pelantikan turut dimeriahkan dengan atraksi seni bela diri pencak silat oleh atlet-atlet Kota Makassar. Pada kesempatan yang sama, IPSI Kota Makassar juga melaksanakan prosesi penerimaan anggota baru yaitu Perguruan Pencak Silat Militer Kota Makassar, sehingga jumlah perguruan yang bernaung kini mencapai 33 perguruan.

Dengan dilantiknya pengurus baru, IPSI Kota Makassar diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta mengharumkan nama Kota Makassar melalui prestasi pencak silat di tingkat regional hingga nasional.

Berita Terkait
Baca Juga