Jemput Bola ke Bappenas, Syaharuddin Alrif Perjuangkan Jalan dan Irigasi demi Ringankan Beban Petani Sidrap

Pedomamralyat.com, Jakarta – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, bergerak cepat memperjuangkan kebutuhan pembangunan daerah dengan mendatangi langsung pemerintah pusat.
Di Jakarta, Syaharuddin bersama jajaran Pemkab Sidrap melakukan audiensi dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Prof. Rachmat Pambudy, untuk membahas dukungan anggaran pembangunan infrastruktur yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026), Syaharuddin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan irigasi, menjadi kebutuhan mendesak bagi warga Sidrap, terutama para petani yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Menurutnya, kondisi jalan yang baik bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan petani. Sebab, akses jalan yang memadai akan menekan biaya distribusi hasil pertanian dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Kalau akses jalan bagus, biaya angkut hasil pertanian bisa ditekan. Ujungnya tentu pendapatan petani meningkat karena keuntungan mereka lebih besar. Ini yang sedang kami perjuangkan,” kata Syaharuddin.
Tak hanya soal jalan, Syaharuddin juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian di Sidrap. Ia menyebut, penguatan infrastruktur pengairan menjadi bagian penting dalam menjaga posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Kami ingin memastikan petani punya akses air yang cukup, jalan produksi yang baik, dan dukungan infrastruktur yang memadai agar pertanian Sidrap terus tumbuh,” ujarnya.
Langkah jemput bola yang dilakukan Syaharuddin mendapat respons positif dari Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy.
Dalam audiensi tersebut, Bappenas menyatakan komitmennya untuk memberi perhatian terhadap kebutuhan pembangunan Sidrap sebagai daerah strategis penopang ketahanan pangan nasional.
Beberapa dukungan yang disiapkan antara lain skema penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID), serta penguatan program pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sidrap adalah daerah sentra pangan yang punya peran penting bagi Indonesia. Karena itu, kebutuhan infrastrukturnya tentu menjadi perhatian,” ujar Rachmat Pambudy.
Syaharuddin berharap hasil audiensi tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Yang kami perjuangkan ini sederhana, bagaimana masyarakat Sidrap, khususnya petani, bisa bekerja lebih mudah, biaya lebih ringan, dan hidup lebih sejahtera,” tutupnya.