Keluhan Air Bersih dan KIS Mengemuka, Andre Tanta Serap Aspirasi Warga saat Pengawasan APBD Sulsel

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Andre Prasetyo Tanta, menggelar kegiatan pengawasan di Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Baraya Arif, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para Ketua RT/RW yang turut mendampingi jalannya dialog bersama warga.
Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu, warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, terutama terkait layanan air bersih dan program bantuan kesehatan.
Salah satu warga, Ali Rahman, mengeluhkan kondisi air bersih di wilayahnya yang dinilai tidak layak digunakan.
“Airnya kadang berbau dan keruh, sehingga tidak bisa dikonsumsi. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah, khususnya untuk wilayah utara kota seperti Baraya,” ucap Ali.
Ia juga menyoroti beban pembayaran air yang dirasa memberatkan, termasuk adanya denda meski aliran air dari PDAM tidak lancar.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Basri, yang berharap program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dapat lebih tepat sasaran.
“Masih ada warga yang membutuhkan, tapi belum tersentuh bantuan. Kami berharap pendataan bisa lebih diperhatikan,” ujarnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Andre Prasetyo Tanta menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan nada yang lebih menenangkan, APT akronim nama Andre Prasetyo Tanta menyebut bahwa setiap keluhan warga akan menjadi catatan penting untuk ditindaklanjuti bersama pihak terkait.
“Kami datang untuk mendengar langsung apa yang dirasakan masyarakat. Soal air bersih dan bantuan kesehatan ini memang kebutuhan dasar, jadi tentu akan kami dorong agar bisa mendapat perhatian yang lebih baik ke depan,” terang APT.
Legislator NasDem Sulsel itu juga berharap, melalui komunikasi yang terbuka seperti ini, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat ditemukan jalan keluarnya secara bertahap dan berkelanjutan.