Kemarau Panjang, Tambak Bontoa Maros Dialihfungsikan Jadi Lahan Garam

Kemarau Panjang, Tambak Bontoa Maros Dialihfungsikan Jadi Lahan Garam

Pedomanrakyat.com, Maros – Kemarau panjang membuat sejumlah tambak di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, tidak lagi optimal untuk budidaya ikan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat mengalihfungsikan tambak menjadi lahan produksi garam.

Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi tim pengembangan garam Universitas Hasanuddin (Unhas), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dan sejumlah mitra.

Pengembangan produksi garam saat ini dilakukan di tiga desa, yakni Ampekale, Tuppabiring dan Bonto Bahari. Total lahan yang dimanfaatkan mencapai sekitar 8 hektare dengan produksi yang telah terdata sekitar 80 ton.

Bupati Maros Chaidir Syam meninjau langsung lokasi pengembangan garam di Desa Ampekale, Selasa (22/9/2026). Ia mengatakan pengembangan garam menjadi salah satu bentuk adaptasi masyarakat menghadapi kemarau berkepanjangan.

“Ini merupakan langkah strategis dalam memanfaatkan musim kemarau berkepanjangan saat budidaya ikan terganggu. Dengan adaptasi ini, masyarakat masih bisa memanfaatkan tambak untuk menghasilkan komoditas lain,” ujar Chaidir.

Chaidir juga mengapresiasi masyarakat yang tetap produktif memanfaatkan lahan tambak meski kondisi lingkungan kurang mendukung untuk budidaya ikan.

Perwakilan tim pengembangan garam Unhas, AM Ansar, mengatakan kolaborasi pengembangan garam di Maros telah dilakukan sejak 2023. Pendampingan kemudian dikembangkan melalui inovasi teknologi dan pengolahan lahan untuk meningkatkan produktivitas garam.

Menurutnya, peningkatan salinitas tambak akibat kemarau dapat dimanfaatkan untuk produksi garam ketika budidaya ikan tidak lagi optimal.

Program pengembangan garam tersebut juga menjadi bagian dari program Hiliriset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 melalui skema dorongan teknologi dan ajakan industri.

Pengembangan ini diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat pesisir Maros untuk tetap produktif sekaligus mengoptimalkan potensi lahan tambak selama musim kemarau.

Berita Terkait
Baca Juga