Kemenhut Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Hutan melalui Forest Youthverse Summit 2026

Kemenhut Perkuat Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Hutan melalui Forest Youthverse Summit 2026

Pedomanrakyat.com, Pematangsiantar – Kementerian Kehutanan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), khususnya Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), menyelenggarakan Foresthh Youthverse Summit 2026.

Kegiatan ini sebagai wadah pengembangan kapasitas, kolaborasi, dan inovasi generasi muda dalam mendukung pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Foresthh Youthverse Summit 2026 ini berlangsung pada 17–18 Juni 2026 di Pematangsiantar ini mengusung tema “Biodiversity-Verse: Peran Generasi Muda untuk Melestarikan Keanekaragaman Hayati” dan diikuti oleh pelajar, mahasiswa, serta perwakilan Kelompok Tani Hutan dari Aceh dan Sumatera Utara.

Kepala Balai P2SDM Wilayah I Pematangsiantar, Soleh Sena Santika, menyampaikan bahwa Forest Youthverse dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda melalui pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kepedulian, kreativitas, dan aksi nyata.

Melalui rangkaian mentoring dan coaching class, peserta memperoleh pembekalan mengenai kehutanan, konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan inovasi, serta penyusunan rencana aksi yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Kegiatan summit diawali dengan pembelajaran lapangan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat Pondok Buluh melalui agenda Youth Action for Nature.

Dalam kegiatan tersebut peserta melakukan penanaman pohon dan telusur hutan untuk mengenal lebih dekat fungsi, potensi, dan tantangan pengelolaan hutan serta keanekaragaman hayati.

Pengalaman lapangan ini kemudian diperdalam melalui sesi Forest Reflection Circle, yang menjadi ruang berbagi pengalaman dan refleksi peserta terhadap kondisi hutan yang mereka amati secara langsung.

Selanjutnya, melalui sesi Forest Connection dan Forest Innovation Workshop, peserta bekerja secara berkelompok untuk merancang berbagai solusi inovatif yang dituangkan dalam Innovation Board.

Berbagai gagasan yang lahir berangkat dari identifikasi masalah di lapangan dan dirancang untuk menjawab tantangan pelestarian hutan melalui pendekatan yang aplikatif dan berkelanjutan.

Pada hari kedua, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan hutan Indonesia.

“Masa depan hutan Indonesia tidak ditentukan oleh apa yang kita diskusikan hari ini, tetapi oleh apa yang kita lakukan setelah keluar dari ruangan ini. Karena itu, saya berharap Genries mampu menjadi generasi yang berani menawarkan solusi dan mewujudkannya dalam aksi nyata,” kata Luckmi.

Salah satu agenda utama dalam summit adalah Forest Innovation Pitching: Ideas Into Action. Pada sesi ini, peserta terpilih berbagi pengalaman, pembelajaran, aksi nyata, serta harapan mereka terhadap masa depan pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati.

Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan suara, perspektif, dan kontribusinya dalam mendukung pengelolaan hutan yang lestari.

Melalui Forest Youthverse Summit 2026, Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan bersama Balai P2SDM Wilayah I Pematangsiantar menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai mitra strategis dalam menjaga masa depan hutan Indonesia.

Dengan bekal pengetahuan, pengalaman lapangan, jejaring, dan komitmen yang telah dibangun selama program berlangsung, para Genries diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk turut menjaga hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Forest Youthverse Summit merupakan puncak rangkaian program Forest Youthverse Wilayah I yang sebelumnya telah dilaksanakan melalui mentoring dan coaching class pada 8–10 Juni 2026.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara mengikuti kegiatan ini setelah melalui proses pembelajaran dan seleksi selama mentoring class.

Berita Terkait
Baca Juga