Kementerian Kehutanan Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI 2026

Pedomanrakyat.com, Serpong – Kementerian Kehutanan mendapat Juara I Open Tournament Piala Panglima TNI dalam rangka Peringatan HUT ke – 81 TNI Tahun 2026 pada Kategori Pengembangan Drone Militer, SAR dan Bantuan Bencana.
Tournament ini dilaksanakan pada tanggal 22 – 26 September 2026 di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sebanyak 41 peserta dari berbagai Instansi baik TNI, Perguruan Tinggi, Kementerian, Perusahaan dan Masyarakat Umum.
Inovasi drone yang dikembangkan adalah EagleEye Tactical SAR System Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Kementerian Kehutanan yang difokuskan pada optimalisasi misi pencarian dan penyelamatan korban (SAR).
Selain itu, inovasi ini difokuskan pula untuk mendukung penanganan Karhutla, seperti pemantauan titik api dan ketebalan asap, identifikasi petugas pemadam api, indentifikasi satwa liar dengan berbasis AI (Artificial Intelligence).
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menyambut baik dan mengapresiasi inovasi ini, sekaligus berharap agar inovasi tersebut dapat dikembangkan dan dimanfaatkan ke depan secara lebih nyata dan lebih luas di berbagai daerah, terutama mendukung penanganan karhutla dan penyelamatan satwa liar di Indonesia.
EagleEye Tactical SAR System merupakan platform Drone Command Center pemantauan taktis real-time yang mengintegrasikan penginderaan jauh drone dengan analisis kecerdasan buatan (Edge AI dan Cloud AI) untuk mempercepat operasi pencarian, pertolongan (SAR), dan distribusi bantuan kemanusiaan serta perlindungan satwa.
Tujuan inovasi ini adalah membangun ekosistem software taktis berbasis web (Filament Laravel), yang mengintegrasikan pemrosesan AI dua moda (Cloud AI Server untuk presisi tinggi dan Local Edge AI Agent untuk kecepatan analisis di daerah bencana berat), modul pemrosesan citra malam hari berbasis Python, analisis video pasca-penerbangan, serta distribusi alert taktis berlatensi rendah.
Beberapa manfaat dari inovasi yang dikembangkan antara lain: 1. Fleksibilitas Operasional Tinggi: Menyediakan opsi pemrosesan adaptif di mana tim SAR dapat memanfaatkan akurasi maksimal Cloud AI saat internet tersedia, atau beralih seketika ke Local AI Agent saat beroperasi di area terisolasi (blank spot), 2.
Efisiensi Biaya dan Aksesibilitas (Cost-Effective dan Ultra-Portable): menghemat anggaran pertahanan/kemanusiaan dengan memanfaatkan armada mikro-drone komersial yang sudah ada tanpa wajib membeli infrastruktur hardware bernilai tinggi, 3.
Kemudahan Penggunaan Taktis: Mengurangi beban kognitif operator dan memangkas rantai komando melalui antarmuka web yang intuitif serta notifikasi data korban instan ke smartphone prajurit/tim lapangan.