Ketua Komisi A DPRD Sulsel Anwar Purnomo Nilai Aturan Ganjil-Genap Efektif Urai Antrean BBM

Ketua Komisi A DPRD Sulsel Anwar Purnomo Nilai Aturan Ganjil-Genap Efektif Urai Antrean BBM

Pedomanrakyat.com, Makassar – Antrean kendaraan di sejumlah titik pengisian BBM di Kota Makassar mulai berangsur terurai setelah penerapan aturan ganjil-genap dan pembatasan jam pengisian BBM bagi kendaraan berat.

Kondisi tersebut terlihat dari arus lalu lintas di sejumlah ruas utama Makassar yang mulai lebih lancar dibanding beberapa hari sebelumnya.

Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Anwar Purnomo, mengaku sempat memantau langsung kondisi sejumlah jalur menggunakan sepeda motor saat menuju kantor.

Ia menyebut situasi di kawasan Pengayoman, Toddopuli hingga Jalan Pettarani mulai lebih kondusif setelah kebijakan tersebut diberlakukan.

“Saya sempat keliling juga, lewat Pengayoman, Toddopuli dan Pettarani. Alhamdulillah, tiga sampai empat hari belakangan ini sudah mulai lebih kondusif. Setelah ganjil-genap dan pembatasan khusus truk mengisi BBM di malam hari, antreannya sudah agak terurai,” ujar Anwar.

Menurut politisi PKB itu, kebijakan rekayasa lalu lintas dan pembatasan waktu pengisian bagi kendaraan berat turut membantu mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar SPBU.

Namun, Anwar menilai pengawasan di lapangan tetap menjadi bagian penting untuk memastikan distribusi BBM berjalan merata. Salah satunya melalui keberadaan Satuan Tugas (Satgas) di setiap SPBU.

Ia mengatakan Pemprov Sulsel tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pengawasan, sehingga pemerintah kabupaten dan kota perlu mengambil peran melalui pembentukan satgas di masing-masing wilayah.

“Sudah diterbitkan melalui SK Gubernur agar pemerintah daerah juga membentuk satgas di masing-masing SPBU. Ini penting untuk melihat langsung supaya pendistribusian BBM bisa berjalan merata dan adil untuk masyarakat,” katanya.

Meski kondisi mulai membaik, Anwar mengakui situasi belum sepenuhnya kembali normal. Menurutnya, kebijakan yang berjalan saat ini merupakan langkah jangka pendek untuk mengurai persoalan antrean dan menjaga distribusi BBM tetap terkendali.

Di sisi lain, Pemprov Sulsel bersama Pertamina dan stakeholder terkait juga telah mengusulkan penambahan kuota BBM ke BPH Migas.

Anwar berharap usulan tersebut mendapat persetujuan sehingga kebutuhan BBM di Sulsel dapat lebih terjamin.

“Kita masih menunggu jawaban setelah Gubernur bersama seluruh stakeholder dan Pertamina meminta kuota tambahan khusus untuk Sulawesi Selatan. Situasi kita berbeda dengan beberapa daerah lain. Kalau kuota tambahan itu disetujui, tentu menjadi langkah yang paling aman,” ujarnya.

Selain pengaturan lalu lintas dan distribusi, Anwar menilai efisiensi mobilitas masyarakat juga turut membantu menekan konsumsi BBM.

Ia mencontohkan kebijakan pembelajaran jarak jauh selama satu pekan yang diterapkan Pemkot Makassar. Menurutnya, pengurangan mobilitas pelajar ikut berdampak terhadap jumlah kendaraan yang bergerak di jalan sekaligus konsumsi BBM harian.

Anwar berharap kombinasi pengawasan di SPBU, pengaturan kendaraan, efisiensi mobilitas, serta penambahan kuota dapat membuat kondisi distribusi BBM di Sulsel kembali normal secara bertahap.

Berita Terkait
Baca Juga