KM Mulya Abadi Diduga Hanyut di Perairan Selayar, 8 Awak Kapal Hilang-Basarnas Masih Koordinasi, DPRD Beri Atensi Khusus

Pedomanrakyat.com, Selayar – Kapal Motor (KM) Mulya Abadi GT 171 dilaporkan hanyut di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah mengalami kerusakan kemudi.
8 orang yang berada di atas kapal belum ditemukan.
Komandan Pos SAR Selayar Ronaldhi membenarkan informasi kapal yang mengalami musibah tersebut.
Kapal diketahui berangkat dari Pulau Jinato, Kecamatan Taka Bonerate, Selayar, Rabu (23/7), dengan tujuan Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kapal mengalami patah kemudi pada Rabu (23/7) malam sekitar 21.00 Wita. Ronaldhi mengungkapkan lokasinya berada di sekitar 30 mil atau 54 kilometer dari Pulau Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Selayar.
SAR Selayar telah melakukan upaya pencarian, tetapi wilayah hanyutnya kapal ternyata sudah masuk dalam area kerja SAR Maumere, NTT. Koordinasi pun kini dilakukan antar wilayah SAR.
Ronaldhi mengungkapkan kapal diketahui mengangkut 8 orang yang terdiri atas nakhoda dan anak buah kapal (ABK). Mereka adalah Subhan (50), Abdul Rahman (30), Riswandi (37), Kasman (45), Haerul (30), Ridwan (45), Dail (18), dan Andi Umar (37).
Sementara itu, Basarnas Makassar Sulsel dilaporkan masih sementara berkomunikasi dengan Basarnas Maumere terkait laporan kapal KM. Mulya Abadi 2 yang masih dinyatakan hilang kontak diperairan laut Flores tepatnya diperairan laut bagian Selatan Kepulauan Selayar.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, saat dikonfirmasi Jumat (25/7), menyampaikan bahwa penanganan awal telah dilimpahkan ke kantor SAR terdekat.
Proses pencarian dan penyelamatan kini tengah dalam tahap koordinasi dan pemetaan oleh tim Kansar Maumere dan akan terus memantau perkembangan upaya penyelamatan KM. Mulya Abadi 2.
Kejadian ini juga mendapat atensi dari Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Hj. Andi Rachmatika Dewi. Ia meminta Basarnas untuk segera melakukan upaya pencarian dan pertolongan.
” Basarnas Makassar akan berkoordinasi ke Basarnas Maumere karena lokasinya mendekati wilayah sana, dan kita akan terus pantau laporan informasinya, ungkapnya.
Proses pencarian dan penyelamatan kini tengah dalam tahap koordinasi dan pemetaan oleh tim Kansar Maumere dan akan terus memantau perkembangan upaya penyelamatan KM. Mulya Abadi 2.
Di lain pihak, Anggota DPRD Kepulauan Selayar dari Fraksi Partai NasDem, Arsil Ihsan, menyampaikan bahwa salah seorang penumpang kapal bernama Subhan sempat menghubungi keluarganya pada Rabu malam sekitar pukul 22.00 WITA.
“Subhan sempat menelepon keluarganya di Selayar dan mengatakan bahwa kapal mereka mengalami kerusakan kemudi setelah berlayar sekitar 54 kilometer dari Bonerate. Mereka menyebut kapal hanyut ke arah barat. Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi,” ungkap Arsil Ihsan.
“Di atas kapal ada delapan orang yang sangat membutuhkan pertolongan. Kami berharap Basarnas segera bergerak melakukan pencarian,” tambahnya.
Cuaca ekstrem di wilayah perairan Selayar dalam beberapa hari terakhir — termasuk gelombang tinggi dan angin kencang — dikhawatirkan memperburuk kondisi kapal dan menyulitkan proses penyelamatan.