KONI Makassar Rasionalisasi Anggaran TC, Empat Cabor Jadi Evaluasi

Pedomanrakyat.com, Makassar – Tim Rasionalisasi Permohonan Kebutuhan Cabang Olahraga (Cabor) KONI Makassar melakukan rasionalisasi permohonan anggaran Training Center (TC) untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan 2026, Jumat (11/9/2026).
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua II KONI Makassar, Yunus, didampingi Auditor Internal Ayuzar, Ketua Bidang Data Syahrir Torang, Ketua Bidang Organisasi Nurdin, Ketua Bidang Hukum Olahraga Akhmad Akbar, serta Wakil Ketua Bidang Humas Andre Eka Wijaya.
Dalam rapat kali ini, tim rasionalisasi membahas pengajuan kebutuhan dari empat cabang olahraga, yakni sepak takraw, binaraga, tinju, dan balap sepeda.
Rasionalisasi menjadi bagian penting dalam proses persiapan KONI Makassar menghadapi PORPROV XVIII yang akan berlangsung di Wajo dan Bone.
Melalui proses tersebut, KONI Makassar dapat melihat tingkat kebutuhan masing-masing cabor sekaligus menyesuaikan pengajuan anggaran dengan pagu yang tersedia.
Wakil Ketua II KONI Makassar, Yunus, mengatakan proses rasionalisasi bertujuan memastikan setiap kebutuhan cabor memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan kemampuan anggaran organisasi.
“Rasionalisasi ini penting untuk melihat kebutuhan riil masing-masing cabang olahraga dalam menghadapi PORPROV XVIII. Kami ingin memastikan pengajuan anggaran benar-benar sesuai kebutuhan dan tetap berada dalam pagu anggaran yang tersedia,” ujar Yunus.
Menurut Yunus, KONI Makassar perlu melakukan pengkajian secara cermat sebelum memberikan dukungan anggaran kepada setiap cabang olahraga.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga efektivitas dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
“Kami tentu mendukung persiapan seluruh cabor agar dapat tampil maksimal di PORPROV. Namun, setiap pengajuan tetap harus melalui proses rasionalisasi agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, sesuai kebutuhan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ia menambahkan, rapat rasionalisasi merupakan bagian dari standar operasional KONI Makassar sebelum organisasi memberikan bantuan kepada cabang olahraga.
“Ini merupakan bagian dari standar operasional KONI Makassar. Sebelum bantuan diberikan, kami melakukan evaluasi dan rasionalisasi terlebih dahulu. Dengan begitu, kebutuhan cabor dapat terpetakan dengan baik dan anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efektif,” ujar Yunus.
Proses rasionalisasi tersebut diharapkan dapat membantu KONI Makassar menyusun dukungan yang lebih terukur bagi setiap cabor sekaligus memperkuat persiapan kontingen Makassar menuju PORPROV XVIII 2026 di Wajo dan Bone.