Lukman Ingatkan Kontraktor-MK Perhatikan Mutu Pekerjaan Jalan Multiyears: Saya Siap Awasi!

Lukman Ingatkan Kontraktor-MK Perhatikan Mutu Pekerjaan Jalan Multiyears: Saya Siap Awasi!

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, membahas pelaksanaan lima paket proyek fisik preservasi jalan tahun anggaran multiyears 2025–2027.

Rapat ini juga melibatkan para pemenang tender manajemen konstruksi (MK) yang akan mengawasi proyek tersebut, berlangsung di Kantor Bina Marga dan Bina kontruksi (DBMBK) Sulsel, Selasa (14/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Lukman B Kady, menyoroti sejumlah ruas jalan yang menurutnya kerap dikerjakan berulang tanpa hasil signifikan. Ia mencontohkan ruas Hertasning-Aroepala.

“Hertasning–Aroepala, itu hampir tiap tahun hanya ditambal paving block. Padahal, sudah sering dikerjakan. Ini jadi pertanyaan besar terkait peran MK di sana,” tegas Lukman.

Ia juga menyoroti ruas lain yang masuk dalam paket 1, yaitu Sungguminasa–Malino. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki karakteristik kontur yang berbeda karena berada di daerah dataran tinggi.

“Ini harus ada perbedaan penanganan antara wilayah tanjakan seperti Malino dan dataran rendah seperti Galesong,” ujarnya.

Sorotan tajam juga diberikan pada paket 2, ruas Sapaya–Malakaji, yang dinilainya dalam kondisi sangat memprihatinkan. Ia meminta MK yang bertanggung jawab, dalam hal ini PT Eskapindo Matra, untuk benar-benar menjamin kualitas pekerjaan.

“Kalau hujan, jalanan itu sangat rawan rusak. Tadi disampaikan bahwa umur jalan bisa 20 tahun, tapi faktanya tidak seperti itu. Saya akan kontrol langsung, karena itu wilayah dapil saya,” tegasnya.

Lukman menambahkan bahwa pekerjaan preservasi jalan harus mempertimbangkan kondisi wilayah, terutama yang berada di daerah resapan air seperti Sapaya–Malakaji.

Legislator Golkar Sulsel ini berharap kontraktor dan MK betul-betul memperhatikan mutu pekerjaan demi ketahanan jalan.

“Saya siap pasang badan untuk mengawasi ini. Masyarakat membutuhkan jalan yang awet, karena ini berhubungan langsung dengan aktivitas ekonomi mereka,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel itu juga menyoroti persoalan overdimensi dan overloading (ODOL) kendaraan angkutan yang kerap merusak jalan. Ia menyebut banyak kendaraan truk yang telah memodifikasi bug (bak kendaraan), sehingga melebihi kapasitas yang diizinkan.

“Ini juga harus menjadi perhatian serius. Kami akan koordinasikan dengan Dinas Perhubungan agar pengawasan terhadap kendaraan ODOL bisa lebih ketat,” tutupnya.

Diketahui, lima paket pekerjaan jalan preservasi multiyears 2025–2027 telah dialokasikan anggaran masing-masing.

Paket I meliputi Jalan Hertasning, Jl. Aroepala, Jalan Tun Abdul Razak, Jl. HM Yasin Limpo, Ruas Burung Burung-Bili-bili, Sungguminasa-Malino, Malino-bts Sinjai, Batas Gowa-Tondong, Botolempangan-Batubelerang- Bts. Bulukumba, Bts Sinjai-Palambang, Tanete-Tanaberu, Kalimporo – Sumalaya – Bts. Sinjai, Batas Bulukumba – Sanjai – Sinjai.

Paket II : Panciro – Bts. Kota Makassar, Bts. Kab Gowa – Barombong – Bts. Takalar, Bts. Kota Makassar – Bontoramba, Bontoramba – Galesong – Patallassang, Palangga – Salekoa – Bts Takalar, Bts. Gowa – Tanakaraeng, Takaraeng – Sapaya – Bts. Jeneponto, Sapaya – Malino, Palekko – Towata.

Berita Terkait
Baca Juga