Mallarangan Tutu Dorong Sapi Perah Sulsel Digarap Serius, Peternak Diminta Didampingi dari Hulu ke Hilir

Mallarangan Tutu Dorong Sapi Perah Sulsel Digarap Serius, Peternak Diminta Didampingi dari Hulu ke Hilir

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Mallarangan Tutu, mendorong Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Sulsel untuk lebih serius mengembangkan sektor sapi perah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Menurut Mallarangan, potensi peternakan di Sulawesi Selatan masih sangat besar, namun membutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari penyediaan bibit hingga akses pasar hasil produksi.

“Peternak ini adalah ujung tombak keberhasilan program pemerintah, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan. Jadi harus kita support secara maksimal,” ujar Mallarangan, di kantor sementara DPRD Sulsel, Selasa (14/4/2026).

Mallarangan menilai sejumlah daerah di Sulsel memiliki kondisi geografis dan iklim yang sangat mendukung pengembangan sapi perah, seperti Malino dan Enrekang. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimaksimalkan secara optimal.

“Di Malino misalnya, cuacanya sangat mendukung, tapi belum terlihat pengembangan yang maksimal. Sementara di Enrekang, itu sudah terbukti bisa bertahan karena didukung kondisi wilayahnya,” jelasnya.

Legislator fraksi PKS itu menekankan, bantuan kepada peternak tidak boleh berhenti pada tahap distribusi semata. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar program benar-benar berhasil dan berdampak jangka panjang.

Menurutnya, tenaga pendamping harus memiliki kompetensi yang memadai, bahkan perlu dibekali pelatihan khusus hingga praktik langsung di lapangan.

“Kalau perlu, pendamping itu disekolahkan dan diterjunkan langsung. Seperti di kampus, kita belajar dari nol sampai ternak itu bisa berproduksi. Pendampingan seperti itu yang dibutuhkan peternak,” terangnya.

Selain itu, Mallarangan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sapi perah. Ia berharap teknologi yang sudah diberikan melalui program bantuan dapat dimaksimalkan agar produktivitas peternak meningkat.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengembangan sektor peternakan harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk memastikan adanya kepastian pasar melalui kerja sama dengan industri.

“Kita tidak ingin peternak hanya panen sekali, tapi harus berkelanjutan. Karena itu, pengelolaan pasar juga harus disiapkan dengan melibatkan perusahaan atau industri,” tegasnya.

Mallarangan juga optimistis, jika dikelola dengan serius dan berkelanjutan, sektor sapi perah tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Selatan.

Berita Terkait
Baca Juga