Menhut dan Wamenhut Terima Audiensi 12 ASN Muda Pencetus Inovasi Kehutanan

Menhut dan Wamenhut Terima Audiensi 12 ASN Muda Pencetus Inovasi Kehutanan

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menerima audiensi 12 Aparatur Sipil Negara (ASN) muda Kementerian Kehutanan, perwakilan peserta Program Akselerasi Tata Kelola Mangrove dan Hutan Lestari (MATAHARI) di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menhut menantang para agen perubahan ini untuk langsung mengeksekusi ide-ide inovatif mereka di lapangan.

Program MATAHARI, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan dengan dukungan Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), merupakan program inkubator, akselerator, dan integrator yang dirancang khusus untuk mencetak kader rimbawan masa depan.

Dari total 118 ASN muda yang mengikuti pembelajaran intensif, terpilih 40 ASN terbaik, di mana 12 perwakilan di antaranya memaparkan langsung gagasan terobosan mereka di hadapan pimpinan Kementerian Kehutanan.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan menyatakan rasa bangga dan optimismenya terhadap masa depan kehutanan Indonesia yang berada di tangan para generasi muda.

Menhut menekankan bahwa inovasi dan transformasi digital adalah kata kunci utama dalam perbaikan tata kelola kehutanan ke depan.

“Saya senang sekali, masa depan kehutanan tergantung teman-teman sekalian ke depan. Ide segar dan terobosan baru menjadi inovasi kunci perbaikan tata kelola. Namun, ide yang baik adalah ide yang dieksekusi. How to get things done?” ujar Menhut.

Di hadapan Menhut dan Wamenhut, ke-12 ASN muda tersebut memaparkan berbagai ide teknis yang konkret, mulai dari optimalisasi teknologi inderaja, transformasi digital, penguatan peran masyarakat, hingga pengembangan produk HHBK bernilai tinggi, green economy dan bioeconomy.

Menhut menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana aksi ini. “Ide teknis konkret yang bisa dieksekusi langsung di lapangan, saya dukung penuh untuk kita replikasi. Saya sendiri nanti yang akan mengecek langsung ke lapangan,” tambah Menhut.

Sebagai negara dengan area mangrove terluas di dunia, Kementerian Kehutanan menghadapi tantangan pengelolaan yang penuh ketidakpastian dan perubahan global yang cepat.

Melalui metode experiential learning, Program MATAHARI membekali peserta dengan kemampuan mengubah pola pikir, komunikasi persuasif, hingga penyelesaian persoalan di lapangan.

Setelah audiensi ini, setiap peserta diarahkan untuk menyusun rencana kerja nyata yang akan dijalankan ke depan. Langkah ini berfokus pada solusi akar masalah melalui inovasi kebijakan, kelembagaan, dan teknikal yang kreatif.

Kader-kader rimbawan muda yang tangguh, adaptif, dan inovatif ini disiapkan sebagai generasi penerus yang akan melanjutkan estafet perjuangan menjaga hutan dan mangrove Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 dan visi Indonesia Hijau 2060.

Sebab, menjaga hutan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang menyiapkan generasi yang akan menjaganya di masa depan.

Berita Terkait
Baca Juga