Muhammad Sadar Tegaskan Kualitas Aspal Tak Bisa Dinilai dari Tampilan, Harus Dibuktikan Lewat Alat Core Drill

Muhammad Sadar Tegaskan Kualitas Aspal Tak Bisa Dinilai dari Tampilan, Harus Dibuktikan Lewat Alat Core Drill

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, mengingatkan Manajemen Kontruksi (MK) dan kontraktor pelaksana preservasi jalan di Sulawesi Selatan, betul-betul memperhatikan kualitas pengerjaan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi NasDem Sulsel itu, usai meninau langsung preservasi jalan proyek multiyears paket 1 (satu) di jalan Hertasning Makassar, Selasa (3/3/2026).

Menurut Sadar, kualitas pekerjaan tidak bisa dinilai hanya dari tampilan fisik. Olehnya itu, salah satu cara agar bisa diketahui kualitas aspal dengan pengecekan melalui alat uji core drill.

“Kalau mau kita lihat hasilnya, ada alat core. Dari tadi saya minta alatnya, tidak ada,” ujar Sadar.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, menilai proyek sepanjang 1,8 kilometer tersebut belum menunjukkan standar pelaksanaan yang optimal.

Ia menyoroti dugaan ketidakprofesionalan
MK dan kontraktor pelaksana karena tidak mampu menjelaskan secara rinci teknis pekerjaan, termasuk komposisi campuran material.

“Anggota tadi sudah bertanya langsung di lapangan, termasuk soal campuran dan teknis lainnya, namun mereka tidak bisa menjelaskan. Artinya ini menunjukkan ketidakprofesionalan dalam bekerja. Seharusnya mereka memahami tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Kadir.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi D terhadap enam paket pekerjaan infrastruktur jalan di Sulawesi Selatan.

Selain mempersoalkan ketebalan aspal, dewan juga mempertanyakan skala prioritas pengerjaan, mengingat masih ada ruas jalan dengan kondisi lebih parah yang belum tersentuh perbaikan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan menyeluruh terhadap seluruh paket pekerjaan guna memastikan kualitas infrastruktur sesuai standar dan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Sementara iru, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Nihaya, menegaskan perbaikan Jalan Hertasning telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis.

Nihaya menyebutkan, proyek tersebut menggunakan satu lapis aspal dengan ketebalan empat sentimeter dan kini memasuki tahap pengujian.

“Mengenai tebal 4 cm ini tentu dilakukan pengukuran dengan alat coredrill. Saat dihampar sudah dikendalikan agar ketika dipadatkan memenuhi 4 cm. Penghamparannya sudah mengikuti aturan dan spesifikasi, termasuk gradasinya. Sekarang ini tahap pengujian,” terang Nihaya.

Berita Terkait
Baca Juga