Nelson Sarira Pemuda Toraja Sulsel Selamat dari Serangan KKB di Papua, Ini Penjelasan Kombes Firman

Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemuda asal Kabupaten Toraja Nelson Sarira (21), menjadi satu-satunya orang yang selamat dalam aksi pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Boega, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (2/3/2022).
Nelson bersama tujuh rekannya saat itu berada di Boega dalam rangka memperbaiki tower jaringan telekomunikasi milik perusahaan Palaparing Timur Telematika (PTT).
Namun dalam kejadian pembantaian tersebut, Nelson berhasil kabur dan menyelamatkan diri sementara tujuh rekannya dan satu warga lokal yang menjadi korban kekejaman KKB.
Dari postingan akun instagram @infotoraja, Kepala Operasi Damai Cartensz 2022, Kombes Pol Muhamad Firman menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh keterangan sementara dari korban Nelson.
“Pelaku diperkirakan 10 orang dengan membawa berbagai macam senjata tajam, seperti parang, kapak, dan lainnya,” ungkap Kombes Firman berdasarkan keterangan dari Nelson, Sabtu (5/3/2022).
Kombes Firman menuturkan bahwa, para pelaku yang mendatangi TKP langsung masuk ke dalam camp, tempat dimana para karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT), karyawan kontraktor PTT, dan seorang pemandu yang merupakan warga lokal beristirahat.
Sementara itu, ketika pembantaian terjadi, Nelson yang melihatnya langsung kabur kejadian tersebut, lalu bersembunyi mengamankan diri.
“Korban (Nelson) setelah situasi tidak ada terdengar teriakan dari para pelaku, korban kembali ke camp dan melihat teman-temannya sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.
Peristiwa pembantaian yang terjadi pada Rabu 2 Maret 2022 terhadap para pekerja tower proyek Palapa Ring Timur, menewaskan tujuh pekerja tower dan seorang warga lokal sebagai pemandu.
Mereka adalah Bona Simalungun, Renal Tentua Tagasye, Bili Galdi Balion, Jamaludin, Sharil Nurdiansyah, Eko Septiansyah, Ibo dan Bebei Tabuni.
Dimana jenazah para korban masih berada di lokasi kejadian, belum bisa dilakukan evakuasi lantaran kondisi medan yang sulit ditempuh hingga cuaca yang tidak mendukung. Sebagaimana diketahui, lokasi kejadian berada di ketinggian 3000 mdpl.