Pangeran Muhammad bin Salman Selamatkan McLaren yang Nyaris Bangkrut

Pedoman Rakyat, Jakarta – Untung ada pangeran Muhammad bin Salman, perusahaan mobil asal Inggris McLaren bisa diselamatkan. Padahal McLaren sebelumnya terus berupaya menyelamatkan diri dari kebangkrutan.
Setelah beberapa waktu lalu terpaksa menjual kantor pusat mereka di Woking, Inggris kepada perusahaan Global Net Lease, McLaren terus berupaya mencari bantuan dana segar agar perusahaan mereka yang terdiri dari perusahaan mobil balap, mobil super dan teknologi, tetap berjalan dengan baik.
Beruntungnya baru-baru ini dilaporkan Reuters, perusahaan pendanaan yang dimiliki olehPangeran Mohammad bin Salman dari Kerajaan Arab Saudi yakni Public Investment Fund mengucurkan dana yang tidak sedikit buat McLaren.
Dikutip dari Sindo, tidak main-main Public Investmen Fund mengucurkan dana sebesar USD758 juta atau setara Rp10,8 triliun. Kucuran dana tersebut memang tidak membuat perusahaan pendanaan yang dipimpin oleh Pangeran Mohammad bin Salman ini menjadi pemilik McLaren.
Diketahui, saat ini pemegang saham mayoritas McLaren saat ini masih ada di perusahaan pendanaan asal Bahrain, Mumtalakat.
Paul Walsh, McLaren Group Executive Chairman mengatakan kehadrian Public Investmen Fund menyempurnakan strategi finansial yang akan dijalankan oleh perusahaan mobil asal Inggris itu. Menurutnya perusahaan pendanaan yang dipimpin Pangeran Mohammad bin Salman akan memmbantu rencana keberlanjutan pengembangan bisnis McLaren di masa depan.
“Dengan fondasi kuat yang sudah terbentuk,kami ada dalam posisi yang sangat baik untnuk mewujudkan ambisi kami sebagai perusahaan otomotif elite di bisnis mobil mewah super dan balapan,” ujarnya.