Pangkep Perkuat Keamanan Pangan, BBPOM Makassar Dorong Sinergi Lintas Sektor

Pedomanrakyat.com, Pangkep – Mendukung pelaksanaan tiga program prioritas nasional di bidang keamanan pangan tahun 2026, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar melaksanakan kegiatan advokasi lintas sektor di Kabupaten Pangkep.
Program tersebut meliputi Desa Pangan Aman, Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Kegiatan advokasi ini bertujuan untuk mensosialisasikan program secara komprehensif sekaligus membangun komitmen bersama para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam mendukung implementasi kegiatan secara terpadu.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memastikan keberlanjutan program serta mendorong replikasi di wilayah lain.
Sebagai bagian dari strategi berbasis data dan intervensi terarah, Kabupaten Pangkep menetapkan sebanyak 17 lokasi fokus yang menjadi sasaran implementasi program pada tahun 2026. Lokasi tersebut mencakup lintas sektor, mulai dari desa, satuan pendidikan, hingga pasar tradisional.
Adapun perangkat daerah yang terlibat aktif dalam pelaksanaan program ini antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, serta DP2KBP3A Kabupaten Pangkep.
Sementara itu, lokasi fokus yang telah ditetapkan meliputi Desa Padang Lampe dan Desa Manggalung, UPT SMPN 1 Pangkajene, UPT SMPN 1 Bungoro, UPT SMP Tonasa, UPT SDN 8/18 Bontowa, UPT SDN 19 Gallenge, UPT SDN 3 Sambung Jawa, dan UPT Tumampua II, UPT Pasar Kassi dan UPT Pasar Tanete
Melalui pendekatan lintas sektor ini, diharapkan tercipta sistem keamanan pangan yang kuat mulai dari tingkat desa, lingkungan sekolah, hingga pasar sebagai pusat distribusi pangan masyarakat.
Implementasi program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan layak konsumsi.
BBPOM Makassar menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, baik pemerintah daerah, institusi pendidikan, pengelola pasar, maupun masyarakat.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga harus dipastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang membahas penguatan program pangan aman di Kabupaten Pangkep.
“Bagaimana memastikan bukan hanya ketersediaan pangan, tapi apakah pangan tersebut aman untuk dikonsumsi,” ujar Yusran.
Ia berharap melalui pertemuan tersebut, seluruh pihak semakin berkomitmen memperkuat ketahanan pangan di daerah. Selain itu, berbagai masukan dan pengetahuan baru yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menjalankan program pangan aman.
“Kita harapkan ketahanan pangan yang maksimal dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPOM, Yosef Dwi Irwan, menyampaikan apresiasi atas komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Pangkep dalam mendukung program prioritas pangan nasional.
Menurutnya, pangan merupakan sektor yang sangat penting dan strategis karena menyangkut aspek kesehatan, ekonomi, hingga ketahanan nasional.
“BPOM tidak bisa bekerja sendiri mewujudkan pangan aman, bermutu dan bergizi. Peran Pemda, kepala OPD dan seluruh lokus sangat penting, karena bicara masalah pangan adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama,” jelas Yosef.
Ia menambahkan, program ini akan diintervensi hingga level keluarga, dengan memastikan keamanan pangan di sekolah, desa dan pasar.
“Pangan bukan hanya tersedia, tapi juga keamanan terjamin. Ini akan mendukung terbentuknya SDM yang sehat dan unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Yosef menilai, komitmen bersama itu telah ditunjukkan Bupati Pangkep beserta jajaran OPD yang hadir untuk memastikan program berjalan baik, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta ikut menggerakkan ekonomi di Kabupaten Pangkep.