Pemkab Maros Gandeng Unismuh, Pengalaman Kerja Bisa Pangkas Masa Kuliah

Pemkab Maros Gandeng Unismuh, Pengalaman Kerja Bisa Pangkas Masa Kuliah

Pedomanrakyat.com, Maros — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memfinalisasi draf nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperpanjang kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Finalisasi berlangsung di Menara Iqra Unismuh Makassar, Selasa (13/10/2026), dengan fokus pada penguatan tata kelola kemitraan, evaluasi program, serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dan aparatur di Kabupaten Maros.

Penandatanganan MoU bersama Bupati Maros dijadwalkan pada Rabu (21/10/2026), setelah dokumen kerja sama sebelumnya berakhir.

Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Maros, Andi Dermawan, menekankan pentingnya pengelolaan kerja sama yang transparan, terukur, dan sesuai ketentuan. Ia juga mendorong pemantauan berkala serta pelaporan tahunan agar setiap program dapat dievaluasi secara efektif.

“Di dalam melakukan kerja sama itu, pertama ada tahapan MoU yang memiliki prosedur mulai dari pembahasan, pengkajian, hingga kerangka acuan kelayakan,” kata Andi Dermawan.

Ia berharap evaluasi setiap enam bulan dapat memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai kesepakatan dan tanggung jawab masing-masing pihak.

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, mengatakan kampusnya siap mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Maros melalui berbagai program pendidikan, termasuk Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk jenjang sarjana dan magister.

Melalui RPL, pengalaman kerja dan portofolio yang relevan dapat dinilai sebagai bagian dari capaian pembelajaran sesuai ketentuan. Skema ini membuka peluang bagi aparatur dan tenaga profesional untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan masa studi yang berpotensi lebih singkat.

“Kami bisa merekognisi hingga 70 persen dari total SKS S-1 yang berkisar 145 sampai 150 SKS. Pengalaman kerja staf yang relevan langsung diakui sehingga masa studi menjadi lebih singkat,” ungkap Burhanuddin.

Unismuh Makassar memiliki 75 program studi yang berpotensi disinergikan dengan kebutuhan Pemkab Maros, mulai dari ilmu pemerintahan, kesehatan, kedokteran, hingga keagamaan.

Kerja sama tersebut mengacu pada Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar, Dr. Maharida, menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan bersama tim penyusun kerja sama Pemkab Maros untuk memastikan hak dan kewajiban kedua pihak tercantum secara jelas dalam dokumen.

Rapat ditutup dengan komitmen menyelesaikan dokumen pendukung dan berita acara sebelum penandatanganan MoU pada 21 Oktober mendatang. Perpanjangan kemitraan ini diharapkan tidak sekadar memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kompetensi SDM dan pembangunan Kabupaten Maros.

Berita Terkait
Baca Juga