Pemprov Sulsel dan BTN Perkuat Sinergi Perumahan Rakyat serta Digitalisasi Layanan

Pemprov Sulsel dan BTN Perkuat Sinergi Perumahan Rakyat serta Digitalisasi Layanan

Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan sektor perbankan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses terhadap hunian terjangkau, serta mempercepat digitalisasi pelayanan publik.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi antara Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi dan jajaran PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kantor Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kanwil Sulampua) di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu, 14 Oktober 2026.

Turut hadir dari pihak BTN Kanwil Sulampua, yakni Regional Chief Executive Officer (RCEO) Romeo Daniel Mekenru van Enst, Regional Retail Funding Head Salina Sanusi Rauf, Regional Digital Banking Retail Head Denissa Satriavi, serta Branch Manager Kantor Cabang Panakkukang Fahmi Susvianto, beserta tim bidang kelembagaan dan transaksi bisnis.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sulsel mengapresiasi inovasi pembiayaan perumahan yang ditawarkan BTN. BTN disebut menguasai 41 persen pangsa KPR subsidi (FLPP) di wilayah Sulawesi. Bank tersebut juga memperkenalkan inovasi KPR dengan tenor hingga 30 tahun.

Melalui skema tersebut, angsuran rumah subsidi disebut dapat ditekan hingga di bawah Rp1 juta per bulan. Skema ini diharapkan menjadi solusi bagi pekerja, aparatur sipil negara (ASN), serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengakses hunian terjangkau.

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut untuk memperluas pilihan hunian dan akses pembiayaan bagi pekerja serta pelaku UMKM.

“Ini yang mau kita diskusikan. Teman-teman pengembang bisnisnya berjalan, ada yang FLPP. Kita mau dorong agar ASN dan pelaku UMKM langsung punya beberapa pilihan hunian terjangkau. Nanti kita perkirakan di sini bisa bikin sosialisasi-sosialisasi untuk itu,” ujar Fatmawati Rusdi.

Fatmawati Rusdi juga menyoroti pentingnya pembinaan oleh Pemprov Sulsel dan pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk membantu UMKM naik kelas, khususnya dalam pemenuhan persyaratan perizinan dan pengelolaan keuangan.

“Ketika UMKM sudah di tengah, pasti butuh pembiayaan. Di situ kita butuh mitra. Pemprov dan Pemkab siap mendukung legalitasnya, lalu bersama perbankan kita dorong UMKM ini agar bisa mandiri dan naik kelas,” tambahnya.

Sementara itu, RCEO BTN Kanwil Sulampua Romeo Daniel Mekenru van Enst menyampaikan komitmen BTN untuk memfasilitasi kebutuhan hunian sekaligus mendampingi pengembangan usaha UMKM.

“Komitmen Pak Presiden sama Pak Menteri, pencanangan tenor sampai 30 tahun itu bisa kita BTN gulirkan, sehingga angsurannya kecil bisa di bawah Rp1 juta. Selain itu, usaha UMKM juga kita dukung dan dampingi, termasuk menyiapkan form template standar laporan arus kas agar administrasi mereka rapi dan ekosistemnya terbentuk,” ungkap Romeo.

Selain pembiayaan perumahan dan penguatan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga 6 persen, BTN juga menawarkan platform digital terpadu Sulsel Hub untuk mengintegrasikan produk unggulan daerah melalui program One Village One Product (OVOP), pariwisata, hingga akomodasi.

Kerja sama tersebut juga mencakup pemanfaatan BTN Healthcare untuk mendukung digitalisasi layanan rumah sakit umum daerah (RSUD) dan badan layanan umum daerah (BLUD), serta optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui Bale Korpora.

Berita Terkait
Baca Juga