Pengawasan APBD di Mappala, Ketua Komisi D DPRD Sulsel Ajak Warga Ikut Awasi Pengerjaan Infrastruktur Jalan

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Kadir Halid, melaksanakan kegiatan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel di Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan pengawasan yang dilakukan legislator Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini dihadiri oleh Lurah Mappala Nasria Kurfadillah, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis, di mana warga menyampaikan langsung aspirasi dan persoalan yang dihadapi di wilayah mereka.
Dalam sambutannya, Lurah Mappala Nasria Kurfadillah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Komisi D DPRD Sulsel ke wilayahnya.
Ia berharap pengawasan APBD dapat mendorong pembangunan yang lebih merata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan selamat datang kembali di Kelurahan Mappala. Kami menitipkan harapan agar pengawasan pembangunan, baik infrastruktur, sarana prasarana, maupun bantuan sosial, bisa benar-benar dirasakan warga kami,” ujar Nasria.
Ia juga menyinggung kondisi wilayah Mappala yang memiliki banyak lorong dan permukiman padat, sehingga membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait persoalan drainase dan pengembangan jalan lingkungan.
Sementara itu, Kadir Halid menjelaskan bahwa sebagai Ketua Komisi D yang membidangi pembangunan, pihaknya memiliki tanggung jawab memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai perencanaan dan standar yang ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Kadir memaparkan program multiyears Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 1.200 kilometer yang ditargetkan rampung tahun ini.
“Kami berharap masyarakat ikut mengawasi. Pekerjaan jalan ini ada standarnya, mulai dari ketebalan hingga kualitas. Kami tidak ingin jalan baru dikerjakan, tapi dua tahun kemudian sudah rusak lagi,” tegas Kadir.
Ia menambahkan, DPRD Sulsel akan turun langsung melakukan pengecekan di lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi, agar jalan yang dibangun dapat bertahan hingga puluhan tahun.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan aspirasi, di antaranya Mustafa mengeluhkan drainase di Jalan Areopala yang belum tembus ke kanal, sehingga kerap menyebabkan genangan air saat hujan.
Warga lainnya, Rudi, menyoroti kondisi Jalan Hertasning yang berlubang dan dinilai membahayakan pengguna jalan, serta persoalan banjir di sekitar Jalan Abd. Razak, tepatnya di depan Kampus Patria Arta.
Sementara itu, Arman Yunus meminta perhatian terkait perbaikan drainase, pengembangan jalan, serta penyaluran APBD untuk program bedah rumah dan pengelolaan saluran air yang kerap tersumbat.
Menanggapi aspirasi warga, Kadir Halid menyampaikan bahwa sebelum adanya skema multiyears, kemampuan anggaran Pemprov Sulsel untuk perbaikan jalan sangat terbatas.
Namun kini, melalui program multiyears dari Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel, perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh dan bertahap.
Terkait Jalan Hertasning, Kadir menjelaskan bahwa pekerjaan belum selesai sepenuhnya karena masih dalam tahap awal pengaspalan dan akan dilanjutkan sesuai standar ketebalan yang ditentukan.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Kami di Komisi D tidak mungkin mengawasi semua titik, sehingga peran masyarakat sangat penting agar pembangunan berjalan sesuai harapan,” pungkasnya.