Petambak Tanjung Merdeka Ngadu ke APT soal Kualitas Air Sungai yang Tercemar Limbah

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta (APT) kembali turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan pengawasan APBD Sulsel di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Tanjung Merdeka Muh. Armansyah Perdana, unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT/RW, serta warga setempat yang memanfaatkan momentum itu untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungannya.
Salah satu isu yang mencuat dalam dialog tersebut datang dari Syamsul, warga sekaligus petambak ikan yang menyuarakan kegelisahan para petani tambak di wilayah pesisir Tanjung Merdeka.
Ia mengungkapkan, banyak petambak mengalami kerugian akibat kualitas air yang diduga tercemar limbah, sehingga berdampak langsung pada hasil budidaya mereka.
“Petani tambak di sekitar Sungai Benteng Somba Opu dan danau sangat berharap ada perhatian pemerintah, khususnya terkait pengawasan pencemaran air yang makin meresahkan,” ujar Syamsul.
Menanggapi keluhan itu, Andre Prasetyo Tanta menegaskan bahwa suara warga, khususnya para petambak kecil, harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurut legislator Fraksi NasDem itu, sektor tambak bukan hanya sumber penghidupan masyarakat pesisir, tetapi juga bagian penting dari ketahanan pangan daerah yang wajib dijaga.
“Keluhan para petambak ini menjadi catatan penting bagi kami. Mereka bekerja menggantungkan hidup dari alam, sehingga ketika air tercemar, yang terdampak langsung adalah dapur keluarga mereka. Ini harus segera mendapat perhatian bersama,” ujar APT.
APT menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan APBD tidak hanya berbicara soal angka dan program, tetapi memastikan anggaran benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ia berkomitmen akan mendorong koordinasi dengan instansi terkait agar persoalan pencemaran lingkungan di kawasan tambak dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga menyentuh masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian penting dari roda ekonomi Sulsel,” tutupnya.