Pokja Bunda PAUD Tarakan Tertarik Konsep Sudut Keluarga dan Sentra Alam di Makassar

Pedomanrakyat.com, Makassar – Praktik baik pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Makassar menarik perhatian Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan.
Konsep “Sudut Keluarga” di TK Negeri Rappocini hingga metode “sentra alam” di TK Islam Athirah dinilai dapat diadaptasi untuk pengembangan PAUD di Tarakan.
Hal itu disampaikan dalam kunjungan studi tiru Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan yang dipimpin Bunda PAUD Kota Tarakan, Sitti Rujiah, dan diterima Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, di Gedung TP PKK Kota Makassar, Kamis (8/10/2026).
Sebelumnya, rombongan telah melakukan observasi di TK Negeri Rappocini dan TK Islam Athirah untuk melihat langsung praktik pengelolaan PAUD, pembelajaran yang berpusat pada anak, keterlibatan orang tua, pembiasaan hidup sehat, pemenuhan gizi dan kesehatan, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan bertukar praktik baik dalam penyelenggaraan PAUD.
“PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, nilai agama, kemandirian, disiplin, kreativitas, kemampuan bersosialisasi, hingga kecintaan terhadap lingkungan. Karena itu, pengembangannya membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” ujar Melinda.
Ia menekankan pentingnya menempatkan anak sebagai pusat proses pendidikan dengan memberikan ruang untuk bermain, mengeksplorasi, bertanya, berkreasi, dan belajar sesuai dunianya.
“Yang terpenting adalah bagaimana anak merasa aman, nyaman dan senang belajar. Anak harus diberikan ruang untuk tumbuh sesuai potensinya,” katanya.
Sementara itu, Sitti Rujiah mengaku mendapatkan sejumlah inspirasi dari kunjungan tersebut. Salah satunya konsep “Sudut Keluarga” di TK Negeri Rappocini yang dinilai dapat dikembangkan di Tarakan melalui kegiatan “Ngobras” atau Ngobrol Bareng Bersama Anak Hebat.
“Kami melihat banyak hal yang bisa menjadi inspirasi. Salah satunya Sudut Keluarga yang nantinya bisa kami adaptasi melalui kegiatan Ngobras di Tarakan,” ujar Sitti.
Di TK Islam Athirah, rombongan juga tertarik dengan metode “sentra alam”, salah satunya aktivitas anak mengisi air ke dalam jeriken. Menurut Sitti, kegiatan sederhana tersebut justru memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak.
“Kegiatan seperti mengisi air ke dalam jeriken terlihat sederhana, tetapi ternyata memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi anak. Ini salah satu praktik yang ingin kami bawa pulang dan kembangkan di Tarakan,” ungkapnya.
Sitti juga menyampaikan apresiasi kepada Bunda PAUD Kota Makassar atas sambutan dan kesempatan melihat langsung praktik penyelenggaraan PAUD di Makassar.
Melinda berharap kunjungan tersebut menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara Pokja Bunda PAUD Kota Makassar dan Pokja Bunda PAUD Kota Tarakan, khususnya dalam pertukaran pengalaman dan pengembangan praktik baik pendidikan anak usia dini.