Progres Sejumlah Paket MYP Sulsel Belum Capai Target, Muhammad Sadar Minta Percepatan

Progres Sejumlah Paket MYP Sulsel Belum Capai Target, Muhammad Sadar Minta Percepatan

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, menyoroti progres pengerjaan proyek Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel yang belum mencapai target pada sebagian besar paket pekerjaan hingga September 2026.

Dari enam paket MYP, baru paket III dan VI yang mencatat realisasi melampaui target. Sementara empat paket lainnya masih berada di bawah progres yang direncanakan.

Muhammad Sadar mengingatkan agar pelaksanaan proyek segera dipacu sesuai kesepakatan antara Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel dengan rekanan pemenang tender.

Menurut legislator fraksi NasDem DPRD Sulsel itu, percepatan diperlukan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami berharap seluruh rekanan bisa lebih mengoptimalkan pekerjaan di lapangan. Kesepakatan dan target yang sudah ditetapkan bersama perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana,” jelas Sadar, saat rapat kerja bersama pemenang tender paket MYP, di ruang Komisi D DPRD Sulsel, Kamis (1/10/2026).

Berdasarkan data progres hingga September 2026, Paket I dengan panjang penanganan 300,24 kilometer ditargetkan mencapai 42,66 persen, namun realisasinya baru 40,99 persen.

Paket II sepanjang 209,38 kilometer mencatat target 36,703 persen dengan realisasi 27,839 persen. Sementara Paket III sepanjang 254,85 kilometer melampaui target 31,276 persen dengan realisasi 37,833 persen.

Adapun Paket IV sepanjang 286,80 kilometer ditargetkan mencapai 19,8 persen, tetapi realisasinya baru 16,23 persen. Paket V sepanjang 218,75 kilometer mencatat realisasi 26,38 persen dari target 26,976 persen.

Paket VI sepanjang 157,49 kilometer menjadi paket dengan realisasi yang melampaui target, yakni 10,44 persen dari target 4,45 persen.

Sadar berharap capaian tersebut menjadi perhatian bersama, terutama bagi paket yang masih tertinggal dari target. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara dinas terkait dan pihak pelaksana agar kendala di lapangan dapat segera ditangani.

“Yang terpenting, progres pekerjaan terus dipantau dan kendala yang ada segera dicarikan solusi. Kami ingin manfaat pembangunan ini bisa dirasakan masyarakat sesuai waktu yang direncanakan,” tuturnya.

Salah satu kendala yang turut memengaruhi keterlambatan pengerjaan, menurut Sadar, adalah kenaikan harga aspal. Ia menyebut harga aspal yang sebelumnya sekitar Rp9 juta per metrik ton kini meningkat menjadi Rp17 juta per metrik ton.

Kondisi tersebut akan menjadi perhatian DPRD Sulsel. Sadar mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana memanggil distributor aspal di Sulawesi Selatan untuk meminta penjelasan mengenai penyebab kenaikan harga tersebut.

“Jadi Insyaallah dalam waktu dekat kami DPRD Sulsel akan memanggil distributor aspal di Sulsel, terkait apa penyebab sehingga harga aspal ini melambung tinggi,” tutup Sadar.

Berita Terkait
Baca Juga