PSI: Reputasi Jokowi Bukan Sekadar Nama, Karyanya Masih Dirasakan Rakyat

PSI: Reputasi Jokowi Bukan Sekadar Nama, Karyanya Masih Dirasakan Rakyat

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, menilai reputasi politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tercermin dari berbagai program dan proyek strategis yang dibangun selama dua periode kepemimpinannya.

Salah satu proyek yang disorot Dedy adalah Pertamina Mandalika International Street Circuit di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, sirkuit tersebut menjadi contoh pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

“Reputasi politik Jokowi itu ada di karya dia selama menjadi Presiden RI. Dan karya-karya itu sekarang berbicara sangat lantang di depan rakyat Indonesia. Salah satu yang paling update saat ini adalah Sirkuit Mandalika,” tulis Dedy melalui akun X pribadinya, dikutip Rabu (14/10/2026).

Ia juga menyoroti jumlah penonton yang memadati sirkuit tersebut dalam gelaran terbaru. Menurut Dedy, kehadiran lebih dari 150 ribu penonton menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap ajang balap internasional di Mandalika.

“Bagaimanapun lebih dari 150 ribu penonton yang memadati Sirkuit Mandalika baru-baru ini adalah statemen serius bahwa kerja-kerja yang tuntas dieksekusi akan membawa manfaat besar bagi rakyat Indonesia. Tidak heran jika nama @jokowi sampai saat ini masih terus dibicarakan,” tandasnya.

Sebagai informasi, Jokowi meresmikan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada 20 Oktober 2017. Kawasan pariwisata terintegrasi ini merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas yang dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Pembangunan fisik Sirkuit Mandalika dimulai pada 2019 dan rampung pada Oktober 2021. Jokowi kemudian meresmikan sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut pada 12 November 2021.

Sejak diresmikan, Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah berbagai ajang balap motor internasional, termasuk World Superbike (WSBK) dan MotoGP. Gelaran tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan pariwisata dan promosi Indonesia di tingkat internasional.

Berita Terkait
Baca Juga