Rappokalling Jadi Sorotan, Disbud Makassar Lakukan Pendataan di Studio Seniman Muda Iswan Bintang

Rappokalling Jadi Sorotan, Disbud Makassar Lakukan Pendataan di Studio Seniman Muda Iswan Bintang

Pedomanrakyat.com, Makassar – Dinas Kebudayaan Kota Makassar melakukan kunjungan ke studio seniman muda Iswan Bintang yang berlokasi di Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dalam rangka pendataan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), hari ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan identifikasi awal terhadap berbagai benda pusaka, mencakup jenis benda, asal-usul, hingga karakteristik pamor, sekaligus sebagai bagian dari proses pendokumentasian untuk penilaian kelayakan sebagai cagar budaya.

Kunjungan tersebut turut dipimpin dan didampingi langsung oleh Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Hj. Haryanti Ramli.

Disbud Makassar melakukan kunjungan ke studio seniman muda Iswan Bintang yang berlokasi di Rappokalling.

Dalam kegiatan ini, tim melakukan pengamatan langsung terhadap koleksi benda pusaka Sulawesi yang tersimpan di studio, yang selama ini juga menjadi sumber eksplorasi dalam praktik seni rupa kontemporer Iswan Bintang.

Diskusi berlangsung aktif, membahas nilai historis, filosofi, serta kemungkinan pembacaan ulang makna benda pusaka dalam konteks kekinian.

Iswan Bintang, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Parewabessi, dikenal konsisten mengangkat tema budaya lokal, khususnya benda pusaka Sulawesi, sebagai ide penciptaan karya seni rupa kontemporer.

Melalui pendekatan visual yang dekonstruktif, karya-karyanya tidak hanya menampilkan bentuk, tetapi juga menggali ulang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kegiatan ini sekaligus menghadirkan perspektif baru terhadap kawasan Rappokalling yang selama ini kerap dipandang dengan stigma negatif.

Disbud Makassar melakukan kunjungan ke studio seniman muda Iswan Bintang yang berlokasi di Rappokalling.

Kehadiran studio seni serta aktivitas pelestarian benda pusaka di wilayah tersebut menunjukkan bahwa Rappokalling juga memiliki potensi kultural yang kuat dan ruang kreatif yang hidup.

Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada pelestarian cagar budaya, tetapi juga mampu mengangkat citra kawasan sebagai bagian penting dalam ekosistem seni dan kebudayaan Kota Makassar.

Berita Terkait
Baca Juga