Sejarah Panjang dan Arti Valentine, Dimulai sejak 1375 Melalui Sebuah Puisi

Pedoman Rakyat – Valentine, yang juga disebut Hari St. Valentine, adalah hari ketika para kekasih mengungkapkan kasih sayang mereka dengan salam dan┬áhadiah, yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Perayaannya berawal dari festival Romawi Lupercalia, yang diadakan pada pertengahan Februari.

Di festival ini, yang merayakan kedatangan musim semi, juga diadakan ritual mak-comblang yang diadakan dengan lotere. Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I menggantikan Lupercalia dengan Hari St. Valentine. Tanggal tersebut kemudian dirayakan sebagai hari romansa dari sekitar abad ke-14.

Selama abad pertengahan, penduduk di Prancis dan Inggris percaya bahwa 14 Februari adalah awal musim kawin burung, yang memperkuat gagasan bahwa Hari Valentine menjadi hari romansa.

Sementara kisah seorang Santo bernama Valentine dianggap sebagai dasar menetapkan 14 Februari sebagai hari cinta yang romantis, yang benar-benar menjadi acuan antara Hari Saint Valentine dan cinta adalah sebuah puisi oleh penulis abad pertengahan Geoffrey Chaucer.

Dia adalah orang pertama yang merekam Hari St. Valentine sebagai hari perayaan romantis di puisinya dari tahun 1375 puisinya sepanjang 699 baris yang bertajuk “Parliament of Foules”. Sebanyak tiga kali ia menulis ‘Saint Valentine’s Day di puisinya, salah satunya:

“For this was on Seynt Valentyne’s day / Whan every foul cometh ther to chese his make / Of every kinde, that men thynke may.” (For this was on Saint Valentine’s day, When every fowl comes there his mate to take, Of every species that men know, I say)

Meskipun ada beberapa tokoh Kristen bernama Valentine, nama hari kasih sayang ini mungkin diambil dari seorang santo yang dihukum penggal sekitar tahun 270 Masehi oleh kaisar Claudius II Gothicus. Santo yang dirayakan pada Hari Valentine dikenal secara resmi sebagai St. Valentine dari Roma untuk membedakannya dari selusin atau lebih tokoh bernama Valentine lainnya.

“Valentinus” – dari kata Latin yang bermakna berharga, tegar, atau kuat – adalah nama yang populer antara abad kedua dan ke-delapan masehi. Beberapa literatur umum lainnya menyatakan bahwa St. Valentine menentang perintah kaisar dan diam-diam menikahkan pasangan suami istri untuk menyelamatkan sang suami dari kewajiban berperang. Karena alasan inilah hari perayaan ini dikaitkan dengan cinta.

Pesan serta simbol formal, atau disebut Valentines, muncul pada tahun 1500-an, dan pada akhir 1700-an kartu yang dicetak secara komersial mulai digunakan. Valentines komersial pertama di Amerika Serikat dicetak pada pertengahan 1800-an. Lambang yang umum untuk Valentines, Cupid, sering digambarkan pada kartu Hari Valentine sebagai seorang bayi telanjang yang meluncurkan panah cinta pada kekasih secara diam-diam.

Tetapi Roma Cupid ini berakar pada mitologi Yunani sebagai dewa cinta, Eros. Asal kelahirannya berbeda-beda; beberapa mengatakan dia adalah putra Nyx dan Erebus; yang lain, dari Aphrodite dan Ares; yang lain lagi menyatakan bahwa dia adalah putra Iris dan Zefirus atau bahkan Aphrodite dan Zeus.

Pada tahun 1840-an, Esther A. Howland mulai menjual Valentines yang diproduksi secara massal pertama di Amerika. Howland, yang dikenal sebagai “Ibu Valentine,” membuat kreasi rumit dengan renda, pita, dan gambar berwarna. Menurut Greeting Card Association, sekitar 145 juta kartu Hari Valentine dikirimkan setiap tahun, menjadikan Hari Valentine sebagai hari dengan pengiriman kartu terbesar kedua setelah hari Natal. (*)

Comment