“Rizal Ini Adalah Juga Masa Depan Bangsa Kita” Gubernur Nurdin ke Penjual Jalangkote

Pedoman Rakyat, Makassar  – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengundang khusus korban perundungan atau bullying di Kabupaten Pangkep, Rizal, ke Rumah Jabatan (rujab) Gubernur di Jalan Sungai Katangka, Selasa (19/5).

“Rizal ini adalah juga masa depan bangsa kita. Saya berharap tidak ada lagi kejadian seperti yang dialami ananda Rizal ini,” kata Nurdin Abdullah. 

Sebagaimana diketahui, Rizal mendapatkan hadiah berupa beasiswa pendidikan selama tiga tahun dan satu unit motor listrik dari Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah. Beasiswa pendidikan Rp 500 ribu per bulan akan diterima anak dari pasangan Muzakkir dan Dahlia tersebut.

Beasiswa tersebut merupakan sumbangan pribadi Nurdin Abdullah. Sementara satu unit motor listrik merek BF ini sumbangan dari Koran Sindo Makassar, yang diserahkan langsung gubernur. 

“Saya secara pribadi memberikan beasiswa untuk tiga tahun, sebulan dikasih lima ratus ribu. Terus ada motor, motornya itu motor listrik, tentu mungkin belum bisa pakai motor. Jadi mungkin bapaknya atau ibunya bisa gunakan, dan masih banyak lagi yang lain,” ungkap mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Atas kejadian dialami Muh Rizal, juga sudah disaksikan, karena itu ia memberikan support yang sangat tinggi kepada Rizal. 

“Kita beri semangat supaya tetap semangat hidupnya tinggi, karena Rizal ini adalah salah satu tulang punggung keluarga juga. Jadi setiap harinya dia tetap sekolah, dia kelas 5 SD, sore dia bantu keluarga untuk jual jalangkote,” jelasnya. 

“Hari ini banyak yang sangat support ananda Rizal ini, semoga Insyaallah kembali bersemangat untuk sekolah ya, Insyaallah akan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara,” tambahnya. 

Kasus ini juga mendapatkan perhatian khusus dari berbagai kalangan, termasuk dari Pemerintah Sulsel sendiri. Ia berharap tidak ada lagi kejadian serupa, apalagi saat ini adalah bulan suci Ramadhan, dimana harusnya kita semua memperbanyak beribadah. 

“Saya kira Pak Kapolres sudah memberikan hukuman sesuai dengan perilaku mereka. Kita berharap di saat bulan-bulan yang penuh  berkah ini, bulan yang penuh maghfirah ini, harusnya kita saling mengasihi, saling menyayangi, kita tidak boleh saling merendahkan,” tutupnya. (zeg)

Comment