Reses Kadir Halid, Warga Mampu Soroti Jembatan Barombong dan Nasib Anak Putus Sekolah

Reses Kadir Halid, Warga Mampu Soroti Jembatan Barombong dan Nasib Anak Putus Sekolah

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid, turun langsung menyapa warga dalam agenda reses masa persidangan III Tahun Anggaran 2025/2026.

Dalam kesempatan ini, legislator fraksi Golkar DPRD Sulsel itu, menyerap aspurasi warga di Jalan Kalimantan, Kelurahan Mampu, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Sabtu (25/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari kebutuhan bantuan pendidikan bagi anak putus sekolah, kemacetan di Jembatan Barombong, hingga peluang peningkatan keterampilan bagi masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

Kadir Halid menegaskan, reses merupakan momentum bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui fungsi penganggaran, pengawasan, maupun legislasi di DPRD.

“Kehadiran saya di sini untuk menyerap aspirasi masyarakat. Tugas anggota DPRD adalah mendengarkan dan memperjuangkan harapan masyarakat agar bisa ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah,” ujar Kadir.

Salah seorang warga, Andi Ahmad, berharap pemerintah memberi perhatian terhadap anak-anak putus sekolah, khususnya melalui dukungan pendanaan pendidikan. Ia juga menyoroti kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Jembatan Barombong.

“Saya beberapa kali melintasi Jembatan Barombong, kondisinya sekarang sangat padat. Kapan pembangunannya dimulai?” tanyanya.

Menanggapi hal itu, Kadir menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Barombong masih berada pada tahap penyusunan desain teknis.

Menurutnya, proyek tersebut merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota Makassar.

“Desain jembatan saat ini sedang disiapkan. Pemerintah Kota Makassar juga telah berkomunikasi dengan pihak GMTD terkait penyediaan lahan. Setelah desain rampung, akan dipresentasikan ke Kementerian Pekerjaan Umum agar anggaran pembangunan dapat dialokasikan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Legislator Fraksi Golkar itu mengungkapkan, anggaran penyusunan desain proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Ia menambahkan, konsep yang disiapkan adalah pembangunan jembatan kembar guna mengurai kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

“Kalau tahun ini belum bisa dibangun karena masih tahap desain. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa masuk tahap pembangunan setelah seluruh proses perencanaan selesai,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel itu mengakui pembangunan Jembatan Barombong memang sangat mendesak mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.

“Setiap pagi kemacetannya luar biasa. Saya sendiri merasakan itu karena tinggal di Tanjung Bunga. Karena itu, kami berharap proses perencanaannya bisa segera tuntas sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

Selain persoalan infrastruktur, Kadir juga merespons aspirasi warga terkait tingginya angka pengangguran. Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memanfaatkan program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan pemerintah.

Menurutnya, masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan dapat didata untuk selanjutnya difasilitasi berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja maupun Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kalau ada warga yang ingin meningkatkan keterampilan, silakan didata. Nanti kami fasilitasi dan teruskan ke Dinas Tenaga Kerja. Banyak pilihan pelatihan, mulai dari menjahit, tata boga, perbengkelan hingga berbagai keahlian lainnya,” tutup Kadir.

Berita Terkait
Baca Juga