Safari Jumat, Bupati Daeng Manye Serahkan Bantuan Pompa Air dan Serap Aspirasi Warga

Safari Jumat, Bupati Daeng Manye Serahkan Bantuan Pompa Air dan Serap Aspirasi Warga

Pedomanrakyat.com, Takalar— Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye melaksanakan Safari Jumat di Masjid At Taubah, Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Jumat (25/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Bupati untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyerap langsung aspirasi masyarakat. Dalam kesempatan itu, Daeng Manye menyerahkan bantuan pompa air untuk mendukung aktivitas pertanian warga serta bingkisan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.

Daeng Manye didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Takalar, Parawangsa. Turut hadir mantan Ketua DPRD Takalar Muh. Jabir Bonto dan Kepala UPT SDN Bontorita Imran.

Di hadapan jamaah, Daeng Manye menegaskan bahwa Safari Jumat menjadi salah satu cara pemerintah mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

“Setiap Jumat saya berkeliling ke masjid-masjid di desa dan kampung untuk mendengar langsung kebutuhan rakyat,” ujar Daeng Manye.

Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang memperkuat persatuan, dakwah dan silaturahmi. Karena itu, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan warga dapat diketahui secara langsung.

Bupati juga menyampaikan kondisi fiskal daerah yang menghadapi pemotongan transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp160 miliar. Meski demikian, Pemkab Takalar tetap berupaya menjaga pembangunan infrastruktur, pendidikan hingga pelayanan di wilayah kepulauan.

“Ini tantangan berat membangun daerah berpenduduk sekitar 330.000 jiwa,” ungkapnya.

Daeng Manye menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan upaya pemerintah memberikan manfaat kepada masyarakat. Pengelolaan anggaran akan dilakukan secara lebih cermat dan terarah dengan tetap memperhatikan kebutuhan prioritas.

Safari Jumat tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi yang terus terjaga antara pemerintah dan masyarakat, sehingga aspirasi warga dapat menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.

Berita Terkait
Baca Juga