Selle KS Dalle: Mattoangingku, Mimpi Terindah Nyaris Berwujud

Selle KS Dalle: Mattoangingku, Mimpi Terindah Nyaris Berwujud

Pedoman Rakyat, Makassar – Ketua Komisi A DPRD Sulawesi Selatan, membidangi Pemerintahan, Selle KS Dalle, menulis kondisi Stadion Mattoangin di pemerintahan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS).

Tulisan yang diberi judul “Mattoangingku, Mimpi Terindah Nyaris Berwujud”. Diangkat dari situasi Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, sekarang ini.

Menurut Selle, Periode pemerintahan NA-AAS boleh dibilang periode “mimpi terindah nyaris berwujud”, bagi pecinta sepak bola khususnya keluarga besar PSM dan supporter.

Pasalnya, baru di priode pemerintahan Gubernur, Nurdi Abdullah, ada titik temu berupa kesepakatan dan kesepahaman berbasis nilai kultural “tanah celebes” yang sangat elegan antara Pemrov sulsel dengan Yayasan Olah Raga Sulawesi Selatan (YOSS).

“Ditandai dengan penanda tanganan penyerahan aset dan lahan & aset stadion Mattoanging di gubernuran dalam swasana yg penuh kekeluargaan antara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dengan Ketua YOSS, Andi Ilhamsyah Mattalatta,” jelasnya, Senin (13/12/2021).

Bahkan kata dia, penanda tanganan itu disaksikan Kajati Sulsel dan jajaran Forkopimda Sulsel, Pimpinan DPRD dan salah satu Komisioner KPK dan tim Korsupgah KPK.

“Momentum ini tepatnya, dua maret tahun dua ribu dua puluh yang lalu,” beber Legislator Fraksi Demokrat Sulsel ini.

Namun lanjutnya, pasca penyerahan aset Mattoanging dari YOSS ke Pemprov Sulsel, masuk pada fase rencana.

Dimana, “Mewujudkan mimpi terindah” para pecinta bola, khususnya keluarga besar supporter dan PSM dengan membongkar dan merobohkan bangunan yang nyaris setiap sisi bangunannya sebagai saksi sejarah bagi club sepak bola yang telah berusia lebih 106 tahun.

“Sangat disayangkan saat pembongkaran tidak disisakan sisi bangunan stadion yg bisa menjadi “Monumen PSM”. Padahal secara pribadi hal tersebut saya sudah sampaikan Kepada Gub NA dan Kadispora agar disisakan bagian bangunan stadion untuk merawat ingatan segala pernak-pernik dari waktu ke waktu sejarah panjang PSM,” ungkap Selle.

Selle bilang, Pembangunan kembali pasca dirobohkan stadion mattoanging sebagaimana tertuang dalam APBD yang disepakati antara DPRD dan Gub mestinya rampung tahun 2021 dengan total anggaran 1.2 Triliun.

Anggaran tersebut ada dan amat jelas sumbernya. Yakni berasal dari hasil negoisasi Pemprov sulsel dan pemerintah pusat (Kemenkeu) melalui skema pinjaman dana PEN, pemulihan ekonomi nasional.

“Namun segala rencana tetaplah rencana hanya Allah jualah yang berkehendak. Jelang akhir Februari lalu tetiba Gub Sulsel, NA dicokok oleh lembaga anti rasuah di rujab waktu dinihari,” terangnya.

Lanjut Selle bahwa, Pasca NA ditangkap kendali pemerintahan di Sulsel secara otomatis berpindah tangan, dilanjutkan oleh Wagub dengan status sebagai Plt Gub.

“Lain belimbing Semarang, lain rendang Padang, lain orang, lain pula gaya kepemimpinannya, lain gaya kepempinan juga lain garis kebijakannya,” tutur Selle.

Politisi Demokrat ini menuturkan, Plt Gub, ASS dengan segala macam pertimbangan memilih jalan lain dalam melanjutkan rencana pembangunan stadion Mattoanging.

Dimana, sumber dana yang awalnya direncanakan dari skema PEN dibatalkan, diresetting dengan skema yang bertumpu pada APBD.

“Artinya Plt Gub dengan NA sama-sama berkomitmen menempatkan pembangunan kembali stadion Mattoanging sebagai prioritas, namun garis kebijakan anggaran yang berbeda,” papar Selle.

Menurutnya, karena garis kebijakan terkait sumber anggaran berbeda maka secara teknis perencanaan juga berbeda. Termasuk gambar design, kapasitas stadion serta rencana waktu penyelesaian.

Awalnya stadion ditergetkan tuntas dan selesai hanya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya yakni hanya setahun, 2021 dan berstandar internasional yang megah dengan kapasitas tribun sekian puluh ribu penonton

“Kini direncanakan bertahap (2022-2023), juga berstandard internasional tapi turun sedikit jumlah kapasitas penontonnya,” ujarnya.

Pada Paripurna penetapan APBD TA 2022, Gubernur dan DPRD menyepakati anggaran pembangunan stadion sebanyak 74 Miliar. Minimal untuk menghentikan “status PSM sebagai kesebelasan tunawisma”, club legend tanpa lapangan latihan dan tanding yang representatif.

“Selanjutnya, rencana penuntasan pembangunan tahap selanjutnya berapa ratus miliar yang dibutuhkan akan dibahas dan ditetapkan pada tahun anggaran 2023,” katanya

Ia juga mengungkapkan, garis kebijakan kementerian pemuda dan olah raga samar-sama terdengar kalo provinsi Sulsel ditempatkan dalam rencana pengembangan olah raga nasional sebagai salah satu wilayah Design Besar Olahraga Nasional (DBON)

Olehnya itu, jika informasi terkait DBON ini benar menempatkan Sulsel senagai salah satu provinsi “growth centre sport” maka kebijakan tersenut bisa menjadi salah satu pintu masuk yang baik bagi pemprov sulsel menyelesaikan pembangunan stadion Mattoanging tdk hanya semata bertumpu pada APBD tp juga pd skema sumber pendanaan lainnya.

“Bahkan bisa jadi beberapa sarana prasaran dan fasilitas cabang olah raga lainnya pun bisa terbangun secara baik dengan sumber pendanaan yang lebih pasti tentu,” pungkasnya.

Berita Terkait
Baca Juga