Seminar Nasional di Sulsel Bahas Penguatan Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertema “Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat” di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8/2026).
Seminar yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama 10 asosiasi desa itu diikuti sekitar 700 peserta. Mereka berasal dari unsur pemerintah pusat dan daerah, pemerintah desa, akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta masyarakat umum.
Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui penyamaan persepsi, penyusunan solusi operasional, penguatan sinergi lintas sektor, serta perumusan rekomendasi sebagai acuan penyempurnaan tata kelola koperasi.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menghadiri seminar bersama sejumlah pejabat kementerian dan para pemangku kepentingan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam pengembangan koperasi.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya membangun Indonesia dari desa melalui pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
“Kita perlu memastikan Kopdes ini berhasil. Untuk apa? Memastikan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan, benar-benar bisa terwujud,” ujarnya.
Yandri juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pengembangan koperasi desa. Ia mengajak kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga masyarakat untuk bersama-sama mengawal implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Mengutip pemikiran Proklamator Mohammad Hatta, Yandri mengatakan kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan di pusat, tetapi juga oleh kemajuan desa-desa.
“Indonesia tidak akan bersinar terang-benderang hanya dengan satu obor (besar) di Monas (Jakarta). Indonesia akan terang-benderang apabila lilin-lilin kecil menyala di desa-desa seluruh Indonesia. Lilin itu sekarang, insya Allah, adalah Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” katanya.
Yandri juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menegaskan kabar yang menyebut pemerintah akan menutup warung-warung kecil di desa maupun melarang pendirian warung kelontong dalam radius dua kilometer merupakan informasi yang tidak benar.
Ia berharap seminar tersebut menjadi ruang berbagi informasi sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Melalui seminar ini kami ingin menyampaikan informasi yang benar sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mengawal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya mewujudkan swasembada pangan sebagai wujud kedaulatan dan kehormatan bangsa. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian akan memberikan manfaat langsung bagi petani Indonesia.
“Alhamdulillah, petani Indonesia itu hebat-hebat,” kata Zulkifli.
Ia menambahkan koperasi merupakan instrumen strategis untuk memperkuat posisi tawar petani dan nelayan sehingga mampu memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.
“Kalau petani dan nelayan didukung dengan kebijakan yang tepat, mereka akan semakin kuat. Karena itu koperasi harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya. (*)