Simak Daftar Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM yang Bisa Rusak Ginjal dan Hati

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menemukan 41 obat bahan alam (OBA) yang terbukti mengandung bahan kimia obat (BKO) sepanjang November hingga Desember 2025.
Temuan ini didapat dari pengawasan intensif selama dua bulan, termasuk penelusuran langsung ke fasilitas produksi dan distribusi.
Dari 2.923 sampel yang diperiksa termasuk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan, BPOM menemukan:
32 produk mengandung BKO pada November dari 1.087 sampel
9 produk mengandung BKO pada Desember dari 1.836 sampel
Seluruh produk yang terdeteksi dinyatakan ilegal. Sebagian besar tanpa izin edar (TIE), bahkan mencantumkan nomor izin edar (NIE) palsu atau fiktif.
Temuan ini menambah daftar panjang di 2025. BPOM mencatat telah menguji 11.654 produk OBA dan SK selama Januari hingga Desember 2025. Hasilnya, 206 produk terbukti mengandung BKO.
Tren BKO yang paling sering disisipkan antara lain:
Risiko Serius: Hati, Ginjal, Jantung hingga Kematian
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan, penggunaan BKO dalam OBA sangat berbahaya karena dikonsumsi tanpa pengawasan medis.
Beberapa dampak yang bisa terjadi tergantung dari penggunaan bahan kimia obat yang ditemukan:
Sildenafil: gangguan penglihatan, sakit kepala, serangan jantung, kematian
Deksametason & parasetamol: osteoporosis, gangguan mental, kelainan darah, kerusakan hati
Sibutramin: tekanan darah naik, denyut jantung meningkat, sulit tidur
Penggunaan jangka panjang: kerusakan hati dan ginjal permanen
“Produk yang diklaim jamu ternyata mengandung zat aktif obat keras. Ini pelanggaran hukum sekaligus ancaman nyata bagi kesehatan,” tegas Taruna dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
BPOM telah menertibkan fasilitas produksi, distribusi, hingga ritel. Sanksi yang dijatuhkan meliputi:
Peringatan keras
Penarikan dan pemusnahan produk
Pencabutan izin edar
Proses pidana jika ada unsur kejahatan
Pelaku dapat dijerat UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 dengan ancaman 12 tahun penjara atau denda Rp5 miliar.
Temuan dari Luar Negeri
Melalui jejaring ASEAN PMAS, BPOM juga menerima laporan:
Thailand: 5 produk pelangsing dan stamina pria mengandung sibutramin, sildenafil, tadalafil
Singapura: 1 produk nyeri mengandung deksametason, prednisolon, diklofenak
Kaledonia Baru: 1 produk asal Indonesia mengandung tramadol
Ini menunjukkan peredaran produk berbahaya sudah lintas negara.
BPOM mengingatkan masyarakat untuk selalu melakukan Cek KLIK:
Cek Kemasan
Cek Label
Cek Izin edar (BPOM Mobile)
Cek Kedaluwarsa
Terutama untuk produk yang dijual secara online.
“Jangan tergoda klaim instan. Jangan biarkan produk ilegal merusak tubuh dan masa depan,” ujar Taruna.
Masyarakat diminta tidak mengonsumsi produk yang masuk daftar temuan serta segera melapor melalui HALOBPOM 1500533 atau Balai POM terdekat jika menemukan produk mencurigakan.
Berikut daftar 41 obat berbahan alam yang ditindak BPOM RI karena mengandung Bahan Kimia Obat (BKO), NIE fiktif/dibatalkan, atau tidak terdaftar di BPOM.
Klaim Stamina Pria/Kuat Perkasa
AMK Madu Tonik Cap Kuda (sildenafil, tadalafil) (NIE dibatalkan)
Jamu Suami (sildenafil sitrat, kafein) (tidak terdaftar)
Daun Muda (sildenafil sitrat) (NIE fiktif)
Super Strong Madu Kuat Alami Tahan Lama (sildenafil sitrat) (tidak terdaftar)
Jakarta Bandung Plus (sildenafil sitrat, parasetamol) (NIE fiktif)
Kopi Ginseng Siberia New: sildenafil sitrat, tadalafil, vardenafil HCl, yohimbin HCl (NIE fiktif)
Premium Kapsul Herbal: sildenafil (tidak terdaftar)
Dayak Ramuan Kalimantan Kuno: sildenafil (NIE fiktif)
Akiyo Candy: tadalafil (tidak terdaftar)
Raja Ranjang Ganas: sildenafil sitrat (NIE fiktif)
Jaran Segoro: sildenafil, parasetamol (NIE fiktif)
Mallboro Black: sildenafil, parasetamol (NIE fiktif)
Black Honey: sildenafil sitrat (tidak terdaftar)
Raja Ranjang Ganas Serbuk: sildenafil sitrat (NIE fiktif)
Gatot Koco: vardenafil HCl (tidak terdaftar)
Raja Ranjang Ganas Kapsul: sildenafil (NIE fiktif)
Soloco: tadalafil (tidak terdaftar)
Misteri Energetic Candy: tadalafil (tidak terdaftar)
Kapsul Butea-S: sildenafil, tadalafil (NIE fiktif)
Kopi Mandalika: sildenafil, tadalafil (NIE fiktif)
ZUKOI: sildenafil (tidak terdaftar, Thailand)
THANO: sildenafil, tadalafil (tidak terdaftar, Thailand)
Klaim Pegal Linu dan Nyeri Sendi
Daun Mujarab: natrium diklofenak, parasetamol (NIE fiktif)
Jamu Jawa Asli Sarang Tawon: natrium diklofenak (NIE dibatalkan)
Angger Waras Pegal Linu Tutup Merah: deksametason (NIE fiktif)
Angger Waras Pegal Linu Tutup Kuning: deksametason (NIE fiktif)
Naga Mas: ibuprofen (NIE dibatalkan)
Tawon Sakti Kapsul: deksametason (NIE fiktif)
Buah Merah Mahkota Dewa Plus: deksametason (NIE fiktif)
Jamu Jawa Tradisional Jamu Herbal Alami: deksametason (NIE fiktif)
HW Beauty (Serbuk campuran kurma, madu, limau kasturi): deksametason, prednisolon, diklofenak (Singapura)
Tawon (impor): tramadol, anti-inflamasi (Kaledonia Baru)
Klaim Penggemuk Badan
Obat Gemuk: deksametason (tidak terdaftar)
Vitagem: siproheptadin (tidak terdaftar)
Vitamin Gemuk: siproheptadin (tidak terdaftar)
Vitamin Puyer Suplemen Sehat: deksametason, siproheptadin (tidak terdaftar)
Super Gemoy: siproheptadin HCl, deksametason (tidak terdaftar)
Klaim Pelangsing
Cathrine Slim: sibutramin (tidak terdaftar)
Mamychin Slimming Capsul: sibutramin (tidak terdaftar)
Fix Slim Super Booster / Hendel Exitox Green Coffee Bean / Faslim / Extra Slimming / Slimmy Pink / Super Slimming Herb / Max 7 Days 7 Kg / Detox Slim: sibutramin, N-desmethyl sibutramin, bisakodil (ilegal, NIE fiktif, laporan luar negeri)
Klaim Gejala Kencing Manis
Jiang Tang Wan: glibenklamid (tidak terdaftar)